JurnalLugas.Com – Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin pagi tercatat kembali melemah. Kondisi ini dipengaruhi oleh redanya kekhawatiran pasar terkait pasokan energi global, terutama setelah tensi geopolitik di Eropa mulai menunjukkan tanda pelonggaran.
Harga Brent dan WTI Terkoreksi
Minyak mentah jenis Brent tercatat bergerak di kisaran US\$65,5 per barel, melemah sekitar 0,3–0,5 persen dibanding penutupan akhir pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan tipis di level US\$62,6 per barel, turun sekitar 0,3–0,4 persen.
Koreksi harga ini memperlihatkan bahwa pasar sedang mengambil sikap hati-hati setelah sebelumnya harga sempat menguat akibat isu terganggunya rantai pasokan global.
Faktor Pendorong Penurunan Harga
Beberapa analis menyebut pelemahan harga minyak mentah dipicu oleh meredanya risiko sanksi tambahan terhadap salah satu produsen energi utama dunia. Negosiasi politik yang berlangsung di akhir pekan memberi sinyal bahwa kemungkinan pengetatan distribusi energi akan berkurang, sehingga pasar lebih tenang.
Selain itu, perhatian investor kini juga bergeser pada pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Hasil dari pertemuan tersebut berpotensi menjadi katalis baru dalam menentukan arah harga minyak ke depan.
Pengaruh Kebijakan Moneter
Bukan hanya faktor geopolitik, pasar juga menunggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat. Isu terkait kemungkinan penundaan langkah pengetatan suku bunga diyakini akan memengaruhi pergerakan mata uang dolar AS. Apabila dolar melemah, biasanya harga minyak akan terdorong naik, sebab komoditas ini diperdagangkan dengan denominasi dolar.
Tabel Tren Harga Minyak 18 Agustus 2025
| Jenis Minyak | Harga Saat Ini | Perubahan (%) | Catatan |
|---|---|---|---|
| Brent Crude | ±US\$65,5/barel | -0,3 s/d -0,5 | Dipicu redanya risiko geopolitik |
| WTI Crude | ±US\$62,6/barel | -0,3 s/d -0,4 | Tekanan pasar dan sikap investor hati-hati |
Meski harga minyak hari ini melemah, sebagian analis menilai potensi penguatan masih terbuka dalam jangka menengah. Hal itu bergantung pada dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya stabil serta arah kebijakan ekonomi global.
Pasar energi diperkirakan tetap fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan, seiring pelaku pasar menunggu kepastian dari hasil diplomasi internasional dan pernyataan resmi lembaga moneter besar dunia.
Harga minyak mentah dunia pada Senin, 18 Agustus 2025, mengalami pelemahan tipis baik untuk Brent maupun WTI. Faktor geopolitik dan kebijakan moneter menjadi pendorong utama yang diperhatikan investor. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar energi masih akan terus bergerak dinamis, mengikuti perkembangan global yang sulit diprediksi.
Untuk analisis ekonomi dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






