Konglomerat Theodore Permadi Rachmat Lepas Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Jelang Rebalancing MSCI

JurnalLugas.Com – Konglomerat nasional Theodore Permadi Rachmat kembali melepas sebagian kepemilikannya di PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menjelang proses rebalancing MSCI Global Equity Small Cap Index.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Senin (25/8/2025), TP Rachmat tercatat menjual sebanyak 4,04 juta saham TAPG pada 21 Agustus lalu. Saat itu, harga saham TAPG diperdagangkan di kisaran Rp1.570 per lembar. Dengan transaksi tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp6,3 miliar.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut membuat kepemilikan TP Rachmat di emiten sawit tersebut turun menjadi 5,17 persen. Jika porsinya kembali menyusut di bawah 5 persen, sesuai aturan, ia tidak lagi wajib melaporkan kepemilikan saham secara rutin ke otoritas pasar modal.

Pelepasan Saham Sejak Awal Agustus

Mengacu catatan KSEI, aksi jual TP Rachmat sebenarnya sudah berlangsung sejak awal bulan. Pada 1 Agustus 2025, ia melepas sekitar 1,36 juta saham TAPG. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 Agustus 2025, ia kembali melego 4,08 juta saham.

Baca Juga  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI Perkasa LQ45 Terkerek

Dengan demikian, total saham yang dilepas selama Agustus ini telah mencapai sekitar 9,5 juta saham. Seluruh transaksi dilakukan melalui Bahana Sekuritas dengan kode broker DX.

Seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya menyebut langkah pelepasan saham ini wajar, mengingat momentum menjelang rebalancing indeks kerap dimanfaatkan investor besar. “Biasanya investor institusi maupun pemegang saham signifikan akan menata portofolio mereka jelang masuknya saham ke indeks global,” ujarnya.

TAPG Masuk MSCI Small Cap Index

Saham TAPG resmi tercatat sebagai salah satu konstituen MSCI Global Equity Small Cap Index yang diumumkan pada awal bulan ini. Proses rebalancing akan efektif berdasarkan penutupan perdagangan pada 26 Agustus 2025.

Menurut perhitungan Algo Research dan CLSA, masuknya saham baru dalam indeks MSCI berpotensi mendorong aliran dana asing (capital inflow) signifikan ke pasar modal Indonesia. Diperkirakan dana yang masuk bisa mencapai USD1,2 miliar atau setara Rp20 triliun, sebelum memperhitungkan pemangkasan bobot saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Namun, analis menilai saham-saham yang tergabung dalam kategori Small Cap kemungkinan tidak akan memperoleh inflow sebesar saham berkapitalisasi besar. Untuk TAPG, aliran dana asing diprediksi sekitar USD5 juta, atau setara Rp80 miliar.

Baca Juga  PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Akuisisi Dua Perusahaan Pelayaran Rp2,68 Triliun

Dinamika Saham Sektor Sawit

Sektor perkebunan sawit belakangan memang menghadapi dinamika cukup besar, baik dari sisi harga CPO global maupun regulasi ekspor-impor. Aksi TP Rachmat melepas saham TAPG menambah sorotan investor terhadap prospek jangka menengah emiten sawit di bursa.

Seorang ekonom senior pasar modal mengatakan, “Masuknya TAPG ke indeks internasional akan menambah eksposur saham ini di mata investor global. Namun, sentimen harga komoditas tetap menjadi penentu utama pergerakan saham sawit ke depan.”

Dengan semakin dekatnya rebalancing MSCI, pasar akan terus mencermati apakah aksi jual dari pemegang saham besar, seperti TP Rachmat, akan memengaruhi psikologis investor ritel dan institusi di dalam negeri.

Sumber berita: JurnalLugas.Com
👉 JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait