JurnalLugas.Com — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) semakin agresif memperluas sayap usahanya di sektor logistik. Perusahaan ini resmi mengambil alih penuh dua entitas pelayaran, yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM), dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,68 triliun.
Langkah strategis tersebut diambil setelah sebelumnya CDIA hanya memiliki sebagian saham di kedua perusahaan. Dengan menguasai seluruh kepemilikan, CDIA kini memiliki kendali penuh terhadap arah pengembangan bisnis logistik dan pelayaran yang diharapkan akan menopang pertumbuhan jangka panjang.
Sebelum akuisisi ini, mayoritas saham CSI dan MIM masih dikuasai PT Buana Primatama Niaga (BPN). Melalui kesepakatan bisnis, BPN kemudian melepas seluruh kepemilikannya kepada CDIA. Nilai transaksi pembelian saham BPN di kedua perusahaan tersebut mencapai triliunan rupiah dan membuat CDIA secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali.
Proses akuisisi ini juga melibatkan penambahan modal pada kedua perusahaan pelayaran tersebut. CSI, yang sebelumnya memiliki modal sekitar Rp127 miliar, kini diperkuat dengan modal lebih dari Rp2,8 triliun. Sementara itu, MIM yang sebelumnya bermodal sekitar Rp523 miliar, mengalami peningkatan hingga lebih dari Rp2,3 triliun. Dengan tambahan modal tersebut, kedua entitas pelayaran diharapkan mampu meningkatkan kapasitas armada, memperluas jaringan, dan memperkuat layanan logistik secara menyeluruh.
Manajemen CDIA menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar pengambilalihan saham, tetapi merupakan upaya membangun sinergi untuk memperkokoh rantai pasok logistik nasional. Dengan kontrol penuh atas CSI dan MIM, perusahaan optimistis mampu memberikan efisiensi operasional sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan di sektor transportasi laut.
Selain itu, transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, mengingat adanya hubungan pengelolaan dan kepemilikan antar pihak terkait. Meski begitu, manajemen memastikan seluruh proses dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan mengutamakan prinsip keterbukaan kepada investor.
Akuisisi senilai Rp2,68 triliun ini menandai komitmen CDIA untuk menjadikan bisnis logistik sebagai salah satu pilar utama perseroan di masa depan. Dengan penguasaan penuh atas dua entitas pelayaran, perusahaan kini memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat daya saing, menjawab kebutuhan pasar, serta berperan lebih dominan dalam industri logistik nasional.
Untuk berita ekonomi dan bisnis terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.JurnalLugas.com






