JurnalLugas.Com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kasus tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob harus diusut secara serius. Ia meminta aparat kepolisian menjalankan pemeriksaan dengan cara cepat, transparan, dan dapat dipantau publik.
Prabowo menekankan pentingnya keterbukaan agar masyarakat mengetahui proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga demokrasi. “Saya sudah meminta agar pemeriksaan dilakukan tanpa berbelit, terbuka, dan bisa dipantau oleh publik,” kata Prabowo saat memberi keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa negara tetap menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Baginya, aspirasi yang muncul dari rakyat adalah bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihormati. “Pemerintah terbuka dengan kritik dan aspirasi masyarakat selama disampaikan dengan cara yang murni dan damai,” imbuhnya.
Presiden Kecewa dan Terkejut
Dua hari sebelumnya, pada Jumat (29/8), Prabowo menyatakan rasa kecewa sekaligus terkejut atas tindakan aparat yang dinilai berlebihan dalam membubarkan unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Kamis (28/8) malam. Insiden itu berakhir tragis dengan meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, setelah dilindas rantis Brimob.
Presiden pun segera memerintahkan aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa siapapun yang terbukti melanggar aturan harus bertanggung jawab di depan hukum. “Jika ditemukan ada pelanggaran, pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Kronologi Insiden di Pejompongan
Kericuhan berawal dari aksi unjuk rasa sejumlah kelompok masyarakat di sekitar kompleks parlemen. Saat aparat mencoba membubarkan massa, bentrokan melebar hingga kawasan Palmerah, Senayan, dan Pejompongan.
Di wilayah Pejompongan, sebuah kendaraan taktis Brimob diduga melindas pengemudi ojol yang sedang melintas. Peristiwa inilah yang menewaskan Affan Kurniawan dan memicu gelombang kritik terhadap aparat keamanan.
Tujuh Anggota Brimob Diperiksa
Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyampaikan bahwa ada tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang saat ini tengah dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Mereka diketahui berada di dalam kendaraan rantis ketika kejadian berlangsung.
“Ketujuh anggota yang diperiksa berasal dari Satbrimob Polda Metro Jaya. Saat ini mereka dimintai klarifikasi terkait prosedur yang dijalankan dalam pengendalian massa,” jelas Abdul Karim.
Para anggota yang diperiksa berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Proses pemeriksaan masih berlangsung, dan publik menanti transparansi serta langkah tegas apabila ada pelanggaran prosedur.
Pemerintah Janjikan Penegakan Hukum
Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan pelanggaran yang dilakukan aparat dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Baginya, tindakan tegas merupakan bentuk keadilan bagi rakyat.
“Pemerintah berkewajiban memastikan aparat bekerja sesuai aturan. Jika ada yang melanggar, sanksi hukum adalah konsekuensi yang harus diterima,” pungkasnya.






