Perintah Prabowo Kapolri Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan dan Beri Penghargaan 40 Polisi

JurnalLugas.Com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan institusi Polri dalam melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait pemulihan keamanan pasca kerusuhan yang terjadi di Jakarta dan sejumlah kota pada pekan lalu.

Jenderal Listyo menyampaikan bahwa Polri akan segera mengembalikan situasi kondusif di masyarakat dengan menangkap serta memproses para pelaku kerusuhan sesuai hukum yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Kami tindaklanjuti arahan Bapak Presiden, segera mengembalikan keamanan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, perekonomian bergerak, dan pelaku kerusuhan diproses sesuai aturan,” ujar Listyo saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Penghargaan untuk Polisi yang Jadi Korban

Selain fokus pada pemulihan situasi, Kapolri juga memastikan pemberian penghargaan kepada lebih dari 40 anggota Polri yang mengalami luka saat mengamankan aksi massa. Bentuk penghargaan itu berupa kenaikan pangkat luar biasa serta kesempatan mengikuti pendidikan sekolah kepolisian.

“Presiden memerintahkan kami memberi penghargaan terbaik untuk prajurit yang cedera dalam tugas. Mereka akan mendapatkan kenaikan pangkat, pendidikan lanjutan, serta penghargaan lain sebagai bentuk apresiasi,” ungkap Listyo.

Baca Juga  Indonesia-Australia Mesra Prabowo Siap Sambut PM Anthony Albanese Kunjungan Resmi ke RI

Presiden Prabowo Jenguk Korban di RS Polri

Presiden Prabowo Subianto, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, secara langsung menjenguk para polisi yang dirawat di RS Polri Kramat Jati. Ada 13 anggota Polri yang ditemui Presiden, termasuk beberapa dengan luka serius seperti patah tulang, kerusakan ginjal, hingga operasi tempurung kepala.

“Saya merasa terpanggil untuk menjenguk petugas kita yang cedera. Negara berutang budi kepada mereka,” ucap Presiden Prabowo selepas menengok korban.

Presiden juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga sipil yang turut menjadi korban. Dari 17 pasien yang masih dirawat, 14 merupakan anggota Polri, sedangkan tiga lainnya adalah masyarakat sipil. Salah satunya seorang ibu yang menjadi korban penganiayaan perusuh hingga mengalami patah tulang paha dan kehilangan sepeda motor.

Bentuk Kepedulian Negara

Kapolri menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas perhatian yang diberikan langsung kepada jajaran kepolisian. “Kami, mewakili keluarga besar Polri, sangat menghargai perhatian Bapak Presiden terhadap anggota kami yang menjadi korban,” kata Listyo.

Baca Juga  Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Mensesneg Hak Prabowo

Sementara itu, Presiden menekankan pentingnya kehadiran negara untuk mendukung aparat yang telah mengorbankan diri demi menjaga stabilitas. Ia bahkan menyinggung adanya anggota polisi yang harus menjalani cuci darah akibat cedera parah pada ginjalnya.

“Kalau memang harus transplantasi, negara akan membantu. Ini sangat berat, tapi kita akan cari jalan terbaik,” tutur Presiden.

Komitmen Pemulihan

Langkah tegas Polri di bawah arahan Presiden Prabowo dinilai sebagai sinyal kuat bahwa negara tidak akan membiarkan kekacauan merusak keamanan publik. Pemulihan situasi menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat serta roda perekonomian kembali berjalan normal.

Dengan pengamanan yang lebih ketat, Polri memastikan kejadian serupa tidak terulang. Arahan Presiden yang langsung ditindaklanjuti Kapolri memperlihatkan sinergi pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban nasional.

Baca berita selengkapnya di 👉 JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait