JurnalLugas.Com — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis isu bahwa perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2025, bertujuan menyingkirkan para menteri yang berasal dari era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Isu tersebut mencuat setelah beberapa nama yang pernah duduk di kursi menteri sejak masa pemerintahan Jokowi resmi diberhentikan. Menanggapi hal itu, Prasetyo memastikan kabar tersebut tidak benar.
“Tidak ada niat seperti itu,” ucap Pras, sapaan akrabnya, saat menjawab pertanyaan awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9).
Menurutnya, Presiden Prabowo memilih jajaran menteri berdasarkan kapasitas dan integritas, bukan berdasarkan latar belakang politik. “Yang diangkat adalah figur terbaik bangsa, bukan karena berasal dari kelompok tertentu,” jelasnya.
Menteri yang Diganti
Dalam reshuffle ini, Presiden Prabowo memberhentikan Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan serta Dito Ariotedjo dari kursi Menteri Pemuda dan Olahraga. Kedua sosok tersebut sebelumnya juga dipercaya Jokowi dan sempat kembali dilantik pada periode awal Kabinet Merah Putih tahun 2024.
Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Sementara itu, pengganti Dito untuk posisi Menpora masih menunggu pengumuman resmi dari Presiden.
Selain itu, Prabowo menunjuk Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh dengan wakilnya Dahnil Azhar, serta Muktaruddin sebagai Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Landasan Hukum
Perombakan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Dengan perombakan ini, Presiden Prabowo menegaskan langkahnya untuk memperkuat efektivitas kerja kabinet, tanpa melihat apakah menteri tersebut berasal dari era sebelumnya atau tidak.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com






