JurnalLugas.Com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum definitif periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil melalui aklamasi dalam Muktamar ke-10 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (28/9).
Meski demikian, jalannya forum sempat diwarnai kericuhan yang mengakibatkan sejumlah peserta mengalami luka. Beberapa kader dilaporkan cedera di bagian kepala dan bibir hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Aklamasi untuk Selamatkan Forum
Mardiono menegaskan, keputusan aklamasi dilakukan demi menjaga keberlangsungan Muktamar yang dinilai sudah berada pada situasi darurat.
“Langkah ini diambil untuk menyelamatkan jalannya forum. Dalam demokrasi, tidak boleh ada tindakan yang mencederai konstitusi,” ujarnya.
Ia menyebut, sekitar 80 persen peserta mendukung percepatan pemilihan Ketua Umum. Atas dasar itu, pimpinan sidang kemudian mengetuk palu untuk menetapkan hasil aklamasi.
Sidang Berjalan Dinamis
Pimpinan sidang, Amir Uskara, mengakui dinamika sempat memanas terutama saat pembahasan tata tertib. Namun, keputusan bulat akhirnya tercapai sebelum kericuhan kembali pecah.
“Saya bacakan, langsung saya tanyakan kesepakatan. Mereka setuju, dan palu saya ketuk,” kata Amir.
Ia menambahkan, sedikitnya 30 Ketua DPW hadir secara langsung dan memberikan dukungan penuh kepada Mardiono.
Tidak Deklarasi, Dukungan Mengalir
Mardiono menegaskan dirinya tidak pernah mendeklarasikan pencalonan ataupun membentuk tim sukses. Menurutnya, dorongan agar ia kembali memimpin partai datang dari mayoritas pengurus wilayah melalui forum Rakerwil dan Rapimwil.
“Kalau memang organisasi memanggil, itu sudah menjadi kewajiban saya,” ungkapnya.
Investigasi Kericuhan
Terkait kericuhan yang terjadi, Mardiono memastikan pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian.
“Ada rekaman CCTV. Polisi tentu akan melakukan penyelidikan. Sejak dua minggu terakhir kami sudah mendeteksi adanya kelompok yang berusaha mengambil alih secara ilegal,” jelasnya.
Formatur Disusun
Muktamar X PPP juga menyepakati pembentukan tim formatur yang beranggotakan lima perwakilan DPW dan tiga dari DPP. Tim ini akan mendampingi Mardiono dalam menyusun struktur kepengurusan partai periode mendatang. Rangkaian kegiatan Muktamar akan berlanjut dengan bimbingan teknis pada Senin (29/9).
Sebagai catatan, PPP berdiri sejak 1973 dan hingga kini AD/ART partai tidak pernah mengalami perubahan, termasuk dalam forum Muktamar ke-10 kali ini.
Berita politik lainnya bisa dibaca di 👉 JurnalLugas.Com






