JurnalLugas.Com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah Cebu, Filipina, pada Selasa malam (30/9), menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai lebih dari 140 lainnya. Data sementara yang dihimpun otoritas menunjukkan, sebagian besar korban ditemukan di Kota Bogo dan San Remigio, dua kawasan yang paling dekat dengan pusat gempa.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan guncangan terjadi pukul 21.59 waktu setempat (20.59 WIB), dengan kedalaman dangkal lima kilometer dan berpusat sekitar 21 kilometer timur laut Bogo. Awalnya, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,0, namun kemudian direvisi menjadi 6,9.
“Pusat gempa berada di darat sehingga dampak kerusakan cukup signifikan. Kami masih terus memantau potensi gempa susulan,” ujar pejabat Phivolcs, M. Reyes, dalam keterangannya kepada media lokal.
Korban Jiwa dan Bangunan Runtuh
Gempa yang mengejutkan warga Cebu ini menyebabkan sejumlah bangunan ambruk. Kompleks olahraga di wilayah utara Cebu runtuh saat pertandingan bola basket berlangsung, mengakibatkan penonton dan pemain menjadi korban. Gereja Santo Petrus dan Paulus di Pulau Bantayan juga dilaporkan hancur, sementara beberapa bangunan komersial, termasuk restoran cepat saji di Bogo, roboh tak bersisa.
Wali Kota Bogo, A. Santos, menyebutkan proses pencarian korban masih berlangsung. “Kami mengerahkan tim penyelamat, relawan, dan aparat militer untuk membantu evakuasi. Jumlah korban kemungkinan bisa bertambah,” katanya.
Aktivitas Sekolah Dihentikan
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah setempat memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah di Cebu, termasuk di Lapu-Lapu, Mandaue, Talisay, Minglanilla, Consolacion, dan Liloan.
Juru bicara otoritas lokal menegaskan, langkah ini diambil demi keselamatan siswa dan guru. “Kami tidak ingin mengambil risiko di tengah gempa susulan yang masih terjadi,” ujarnya.
Tidak Ada Ancaman Tsunami
Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memastikan tidak ada potensi tsunami berbahaya dari gempa tersebut. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena gempa susulan diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari ke depan.
Otoritas Filipina kini fokus pada evakuasi, penyelamatan korban, dan penyediaan bantuan darurat bagi warga terdampak. Listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah dilaporkan sempat terputus, namun berangsur pulih.
Bencana ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa di negara kepulauan seperti Filipina, yang berada di jalur Cincin Api Pasifik dan rawan aktivitas seismik.
Baca berita terbaru lainnya di JurnalLugas.Com






