JurnalLugas.Com — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat tingkat kepuasan publik yang tinggi dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan survei nasional Index Politica, sebanyak 83,5 persen responden menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan yang dinilai responsif dan efektif dalam mengelola kebijakan publik.
Direktur Riset Index Politica, Fadhly A. Hasyim, mengungkapkan bahwa angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap kepemimpinan nasional.
“Temuan ini memperlihatkan dukungan publik yang solid terhadap pemerintahan Presiden Prabowo, terutama karena kebijakan dan program yang dirasakan langsung manfaatnya,” ujar Fadhly di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Media Massa Dorong Persepsi Positif
Dalam penjelasannya, Fadhly menyebut bahwa 90,8 persen responden mengetahui aktivitas dan kebijakan pemerintah melalui pemberitaan media massa dan media sosial. Hal itu menunjukkan bahwa eksposur positif di ruang publik berkontribusi terhadap citra pemerintahan yang kuat dan stabil.
“Peran media masih sangat dominan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kinerja pejabat negara. Mayoritas responden menilai pemberitaan seputar kegiatan Presiden dan para menteri cenderung positif,” tambahnya.
Menteri Kabinet Merah Putih yang Paling Dikenal
Survei Index Politica juga mengukur tingkat pengenalan publik terhadap para menteri di Kabinet Merah Putih. Beberapa nama mencuat berkat kebijakan yang menonjol dan inovatif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dikenal lewat program stimulus Rp200 triliun yang disalurkan ke perbankan nasional dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diapresiasi karena kebijakan peningkatan lifting minyak dan penerapan Biodiesel 45 yang mendorong efisiensi energi nasional.
Dari sektor pertahanan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menonjol berkat program transfer teknologi alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk kapal selam Scorpen, drone tempur, dan pesawat generasi baru.
Kemudian, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji dipuji atas keberhasilan menurunkan angka stunting di sejumlah daerah.
Sementara itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikenal dengan program revitalisasi irigasi dan pembangunan bendungan, yang dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun memperoleh pengakuan karena kebijakan swasembada beras dan jagung yang berhasil menekan impor pangan.
Sedangkan Menteri Agama Nasaruddin Umar disorot karena berhasil menurunkan biaya haji, memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
Fadhly menilai capaian tersebut menjadi refleksi positif atas satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kinerja para menteri yang produktif membuat masyarakat merasa optimistis terhadap arah pembangunan nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, 87,5 persen responden mengaku mengikuti aktivitas menteri melalui pemberitaan dan media sosial. Hal ini memperlihatkan bahwa komunikasi publik menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam membangun citra positif kabinet.
Faktor Penilaian Publik
Survei juga mengungkap tiga faktor utama yang menjadi dasar masyarakat menilai figur menteri, yaitu:
- Keberhasilan program kerja (41,5%)
- Keramahan dan kesantunan (17,5%)
- Pemberitaan positif di media (16,2%)
Metodologi Survei
Survei dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.600 responden di 27 provinsi di seluruh Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei ini mengonfirmasi bahwa dukungan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran tetap tinggi di tahun pertama masa jabatan mereka. Stabilitas politik dan konsistensi kebijakan ekonomi dinilai menjadi faktor utama yang menjaga optimisme masyarakat.
Baca berita politik dan kebijakan nasional lainnya di: JurnalLugas.Com






