JurnalLugas.Com — BASARNAS memperluas operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, khususnya Kota Sibolga dan kawasan Tapanuli Raya, setelah laporan warga hilang dan titik bencana terus meningkat.
Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, menyampaikan bahwa tim gabungan kini bekerja penuh 24 jam non-stop untuk menjangkau seluruh lokasi prioritas, mulai dari daerah terisolasi banjir hingga permukiman yang tertimbun material longsor.
“Tim sudah menyebar ke sejumlah titik sejak hari kedua operasi. Semua unit bergerak paralel untuk mempercepat evakuasi,” ujar Putu dalam keterangan resmi, Rabu, 26 November 2025.
Dikerahkan Tim Gabungan Lengkap Dengan Kendaraan Darat, Kapal, dan Drone Thermal
Operasi penyelamatan melibatkan personel dari Pos SAR Sibolga, TNI/Polri, BPBD, Polairud, hingga berbagai kelompok relawan. Seluruh unit dibekali peralatan taktis seperti kendaraan SAR darat, perahu evakuasi, alat medis, perangkat komunikasi, hingga drone thermal untuk menyisir area yang sulit dijangkau.
Menurut Putu, medan bencana menjadi salah satu tantangan terbesar.
“Akses jalan banyak yang terputus, listrik padam, sinyal terganggu, hingga gelombang laut tinggi. Namun pencarian tetap dilakukan dengan memperhitungkan keselamatan petugas,” ungkapnya.
1.902 Keluarga Terdampak di Tapanuli Tengah
Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Basarnas menunjukkan bencana banjir bandang dan longsor menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meliputi:
- Badiri
- Pinangsori
- Lumut
- Sarudik
- Tukka
- Pandan
- Sibabangun
- Tapian Nauli
- Kolang
Sedikitnya 1.902 keluarga menjadi korban, dengan jumlah terdampak tertinggi berada di Kecamatan Kolang mencapai 1.261 keluarga.
“Satu keluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal akibat tertimbun longsor,” terang Putu.
Korban Meninggal di Tapanuli Selatan dan Sibolga Bertambah
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang melanda Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, hingga Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat enam warga meninggal dunia, sementara tujuh korban terdampak longsor di wilayah Parsariran, Hapesong Baru.
Di Kota Sibolga, mayoritas korban berada di Kecamatan Sibolga Selatan. Hingga saat ini, tercatat delapan korban meninggal dan 21 orang masih hilang.
Tiga Lokasi Pengungsian Utama Disiapkan
Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal, Basarnas dan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian, antara lain:
- GOR Pandan, Tapanuli Tengah
- Gedung SMPN 5 Parombunan, Kota Sibolga
- RS Bhayangkara Batang Toru serta beberapa titik pengungsian di desa-desa Tapanuli Selatan
Putu menegaskan bahwa tim SAR akan tetap berada di lapangan hingga seluruh korban ditemukan.
“Kami terus mengoptimalkan pencarian. Prioritas utama adalah memastikan seluruh warga bisa diselamatkan secepat mungkin,” imbuhnya.
Selengkapnya kunjungi: https://JurnalLugas.Com






