JurnalLugas.Com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap bibit siklon 93S yang terpantau di Samudera Hindia, barat daya Bengkulu. Fenomena ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan, sehingga memengaruhi kondisi cuaca di wilayah sekitarnya.
Prakirawan BMKG, Diahayu, menjelaskan bahwa bibit siklon 93S memiliki kecepatan angin maksimum 55 knot atau sekitar 74 km/jam. “Kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Samudera Hindia barat daya Lampung,” ujarnya.
BMKG memperkirakan, jika bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis, wilayah pesisir di Sumatera bagian selatan dan Lampung akan mengalami angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan lebat. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait pergerakan siklon.
Dampak lanjutan dari bibit siklon ini juga bisa memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua Selatan. “Pergerakan bibit siklon ini akan memengaruhi dinamika atmosfer, sehingga potensi cuaca ekstrem tidak bisa diabaikan,” tambah Diahayu.
Selain itu, BMKG menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait, seperti SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, untuk antisipasi kemungkinan banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi. Masyarakat juga diimbau selalu mengikuti peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Informasi lengkap mengenai perkembangan bibit siklon 93S dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.






