Khamenei, Protes Pedagang Sah, Tapi Ada “Tangan Musuh” di Balik Fluktuasi Rial

JurnalLugas.Com – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengakui keluhan pedagang soal gejolak nilai tukar rial sebagai hal yang sah, namun memperingatkan adanya campur tangan pihak luar.

Dalam pidato di Teheran, Sabtu (3/1), Khamenei menyebut pedagang sebagai salah satu “kelompok paling loyal terhadap sistem Islam” di Iran. Ia menegaskan, aksi protes yang dipimpin para pedagang muncul karena kekhawatiran mereka terhadap fluktuasi nilai mata uang dan harga barang yang membuat iklim usaha tidak stabil.

Bacaan Lainnya

“Ketika seorang pedagang melihat kondisi keuangan negara dan menurunnya nilai mata uang, ia berkata jujur, ‘saya tidak bisa berbisnis,’” kata Khamenei, seraya menambahkan pejabat tengah berupaya memperbaiki masalah ini.

Baca Juga  AS Tolak Klaim Iran atas Selat Hormuz, Marco Lampaui Hukum Internasional

Meski demikian, Khamenei menekankan adanya “tangan musuh” yang memanfaatkan situasi. Ia menilai lonjakan harga valuta asing yang tak terkendali sebagai sesuatu yang “tidak wajar” dan menegaskan upaya pemerintah diperlukan untuk menstabilkan kondisi ekonomi.

Pemimpin Iran itu menegaskan, protes pedagang sah, tetapi kerusuhan yang terjadi merupakan hasil provokasi pihak luar. Menurutnya, sekelompok agen musuh memanfaatkan demonstrasi untuk menciptakan kekacauan dan menentang pemerintah.

“Protes bisa dibenarkan, tetapi kerusuhan tidak. Pejabat harus berdialog dengan pengunjuk rasa, bukan perusuh,” tegas Khamenei. Ia menambahkan bahwa pihak yang ingin menciptakan keresahan sedang berusaha mengeksploitasi protes untuk keuntungan mereka.

Gelombang protes di Iran terus berlangsung beberapa pekan terakhir akibat memburuknya kondisi ekonomi dan nilai tukar rial yang anjlok hingga menembus 1.350.000 per dolar AS. Insiden kekerasan telah menewaskan pengunjuk rasa dan aparat di beberapa kota. Pemerintah Iran telah menggelar dialog dengan perwakilan pedagang untuk meredakan ketegangan, terutama di Teheran.

Baca Juga  Zionis Israel Serang Iran Trump AS Evakuasi Kedutaan di Irak

Situasi ini memicu reaksi internasional. Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan siap “menyelamatkan” pengunjuk rasa jika Iran menggunakan kekuatan mematikan. Pernyataan tersebut memicu kecaman keras dari pejabat Iran.

Baca berita lainnya: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait