Gunungsitoli Catat Inflasi Tertinggi 10,84% Nasional, BPS Ungkap Sebaran Wilayah Paling Terdampak

JurnalLugas.Com — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia pada Desember 2025. Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di wilayah tersebut mencapai 10,84 persen, sementara inflasi bulanan (month-to-month/mtm) tercatat 6,94 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan bahwa Gunungsitoli tidak hanya menempati posisi tertinggi secara nasional, namun juga menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di kawasan Sumatera. Menurutnya, capaian ini menunjukkan tekanan harga yang masih kuat di sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Jika dilihat dari peta wilayah, seluruh provinsi di Indonesia masih mengalami inflasi tahunan, dengan intensitas yang berbeda antar daerah,” ujar Pudji dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Sumatera: Gunungsitoli Tertinggi, Bandar Lampung Terendah

Di kawasan Sumatera, Bandar Lampung tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah, yakni 0,44 persen yoy. Pada level provinsi, Aceh menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi sebesar 6,71 persen, sementara Lampung berada di posisi terendah dengan 1,25 persen yoy.

Jawa: Yogyakarta Pimpin Inflasi Provinsi

Di Pulau Jawa, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Provinsi Yogyakarta sebesar 3,11 persen. Sementara itu, Jakarta dan Jawa Barat berbagi posisi sebagai provinsi dengan inflasi terendah, masing-masing 2,63 persen.

Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,75 persen, sedangkan Kabupaten Subang, Jawa Barat, mencatat inflasi terendah 2,11 persen yoy.

Kalimantan: Kalsel Tertinggi, Kalbar Terendah

BPS juga mencatat Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan, yaitu 3,66 persen yoy. Adapun inflasi terendah berada di Kalimantan Barat dengan 1,85 persen yoy.

Di tingkat kota, Banjarmasin menempati posisi tertinggi dengan 3,97 persen yoy, sementara Pontianak mencatat inflasi terendah 1,50 persen yoy.

Sulawesi: Sulawesi Tengah Tertinggi, Sulut Terendah Nasional

Di kawasan Sulawesi, Provinsi Sulawesi Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,31 persen yoy. Sebaliknya, Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan inflasi terendah bukan hanya di Sulawesi, tetapi secara nasional yakni 1,23 persen yoy.

Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Toli-Toli mencatat inflasi tertinggi 6,13 persen yoy, sedangkan Minahasa Utara menjadi yang terendah dengan 0,38 persen yoy.

Bali–Nusa Tenggara dan Papua–Maluku

Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi tertinggi 3,01 persen yoy, sedangkan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi terendah 2,39 persen yoy. Pada tingkat kota, Denpasar mencatat inflasi 3,45 persen yoy, sementara Maumere berada di titik terendah 0,38 persen yoy.

Untuk wilayah Maluku dan Papua, Provinsi Maluku mencatat inflasi tertinggi 3,58 persen yoy, sedangkan Maluku Utara menjadi yang terendah dengan 1,63 persen yoy. Pada level kabupaten/kota, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menempati posisi tertinggi 5,81 persen yoy, dan Halmahera Tengah mencatat inflasi terendah 0,39 persen yoy.

BPS: Semua Provinsi Masih Mengalami Inflasi

Pudji Ismartini menegaskan bahwa secara umum seluruh provinsi di Indonesia masih mencatat inflasi tahunan. Namun, intensitas tekanan harga bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor suplai pangan, energi, serta dinamika konsumsi masyarakat di masing-masing wilayah.

Baca informasi ekonomi dan kebijakan publik lainnya di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Bobby Nasution Minta KLHK Tunda Pencabutan Izin PBPH Hutan Sumut

Pos terkait