JurnalLugas.Com – Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik global tengah memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Perum Bulog menegaskan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola saat ini berada pada level yang stabil untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan stok beras nasional yang berada di bawah pengelolaan Bulog berada dalam kondisi terkendali dan siap digunakan untuk berbagai program stabilisasi pasokan maupun harga di pasar.
Menurutnya, hingga awal Maret 2026 jumlah cadangan beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 3,7 juta ton. Persediaan tersebut dinilai cukup kuat untuk menopang kebutuhan nasional sekaligus menjadi instrumen intervensi pemerintah apabila terjadi gejolak harga di pasar.
“Stok beras yang kami kelola saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujar Afdal di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Antisipasi Dampak Geopolitik dan Perubahan Iklim
Bulog terus memperkuat sistem pengelolaan cadangan beras melalui penyerapan produksi dalam negeri serta pengaturan distribusi yang terencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap stabil di tengah berbagai tantangan global.
Selain konflik yang melibatkan Iran dan Israel yang juga menyeret Amerika Serikat, pemerintah juga mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat fenomena iklim seperti El Nino yang diperkirakan dapat berdampak pada sektor pertanian pada 2026.
Bulog menilai penguatan cadangan pangan menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Pemerintah Klaim Cadangan Pangan Aman
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat aman.
Ia menyampaikan pemerintah telah melakukan penghitungan menyeluruh terhadap kekuatan stok pangan nasional dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko global.
Amran menjelaskan, jika dihitung dari seluruh sumber cadangan, persediaan pangan nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 324 hari ke depan.
“Setelah kami melakukan perhitungan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, cadangan pangan kita masih sangat kuat. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Amran.
Sumber Cadangan Pangan Nasional
Perhitungan tersebut tidak hanya berasal dari stok beras pemerintah yang dikelola Bulog, tetapi juga dari berbagai sektor lain yang memiliki cadangan pangan cukup besar.
Beberapa sumber cadangan tersebut antara lain:
- Stok beras pemerintah (Bulog) sekitar 3,7 juta ton
- Cadangan sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) lebih dari 12 juta ton
- Potensi produksi dari tanaman yang masih tumbuh (standing crop) sekitar 10–11 juta ton
Jika digabungkan, total potensi cadangan pangan nasional tersebut diperkirakan mampu menopang kebutuhan masyarakat Indonesia dalam jangka waktu yang panjang.
Stabilitas Pangan Tetap Terjaga
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan pelaku sektor pangan lainnya, terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan distribusi dan ketersediaan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan cadangan yang dinilai kuat serta sistem pengelolaan yang terus diperkuat, stabilitas pasokan beras nasional diyakini tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun situasi global sedang tidak menentu.
Selengkapnya baca berita ekonomi dan pangan nasional di https://jurnallugas.com.
(WN)






