China Tak Ingin Kuasai Dunia, Wang Yi, Tatanan Global Harus Multipolar

JurnalLugas.Com – Pemerintah China menegaskan tidak mendukung konsep pengelolaan dunia oleh negara-negara besar. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyatakan Beijing menolak logika bahwa kekuatan global harus berada di tangan segelintir negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi saat menanggapi wacana hipotetis mengenai kemungkinan China dan Amerika Serikat memimpin tata kelola dunia.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, China tidak akan mengikuti pola sejarah lama di mana negara kuat berupaya membangun dominasi global.

“China tidak akan menempuh jalur lama ketika negara besar akhirnya mengejar hegemoni. Kami juga tidak mendukung gagasan bahwa negara-negara kuat bersama-sama mengatur dunia,” ujar Wang Yi dalam konferensi pers, Minggu (8/3/2026).

Dunia Tidak Hanya Milik Negara Besar

Dalam penjelasannya, Wang Yi mengakui bahwa China dan Amerika Serikat memiliki pengaruh besar dalam dinamika geopolitik global. Namun, ia mengingatkan bahwa dunia terdiri dari lebih dari 190 negara yang memiliki hak dan peran yang sama dalam menentukan arah masa depan internasional.

Baca Juga  Lai Ching-te, Ambisi China Tak Akan Berhenti di Taiwan, Asia Timur Terancam

Wang Yi menekankan bahwa sejarah peradaban global tidak pernah dibentuk oleh satu atau dua kekuatan saja, melainkan oleh kontribusi banyak bangsa.

Ia menyebut bahwa masa depan umat manusia harus dibangun secara kolektif oleh masyarakat dunia dari berbagai negara.

“Sejarah dunia ditulis bersama oleh semua negara, dan masa depan umat manusia diciptakan oleh rakyat dari seluruh bangsa,” kata Wang Yi.

Dorong Sistem Internasional Multipolar

Diplomat senior China tersebut juga menegaskan bahwa keberagaman sistem politik dan budaya merupakan realitas yang tidak bisa diabaikan dalam hubungan internasional.

Karena itu, menurutnya, tatanan dunia yang ideal adalah sistem multipolar yang memberi ruang bagi berbagai kekuatan global untuk hidup berdampingan secara seimbang.

Wang Yi menilai koeksistensi yang pluralistik merupakan wajah asli masyarakat dunia saat ini. Dengan demikian, sistem internasional yang multipolar dinilai lebih mencerminkan realitas geopolitik modern dibandingkan dominasi satu kekuatan global.

China Tegaskan Tidak Akan Mencari Hegemoni

Lebih lanjut, Wang Yi memastikan bahwa China tidak memiliki ambisi untuk memperluas pengaruh melalui dominasi global, terlepas dari seberapa besar perkembangan ekonomi maupun politik negara tersebut di masa depan.

Baca Juga  Indonesia-China Mesra? Sugiono RI Dukung “Satu China” Tak Campuri Isu Taiwan dan Xinjiang

Ia menegaskan bahwa kebijakan luar negeri China tetap berpegang pada prinsip pembangunan damai dan kerja sama internasional.

“Apapun perkembangan situasi global dan seberapa maju China nanti, negara kami tidak akan mengejar hegemoni atau ekspansi,” tegasnya.

Disampaikan di Forum Parlemen Tertinggi China

Pernyataan Wang Yi disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela Sidang Tahunan National People’s Congress (NPC), lembaga legislatif tertinggi China.

Sidang keempat NPC ke-14 tersebut berlangsung di Beijing pada 5 hingga 12 Maret 2026, dengan berbagai agenda strategis terkait kebijakan nasional dan posisi China dalam dinamika global.

Forum tahunan ini juga menjadi panggung bagi para pejabat tinggi pemerintah China untuk menjelaskan arah kebijakan negara, termasuk strategi diplomasi dan hubungan internasional Beijing di tengah perubahan geopolitik dunia.

Baca berita lengkap lainnya di https://JurnalLugas.Com.

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait