Terkuak! Makanan MBG Tercemar Salmonella, Belasan Siswa Keracunan

JurnalLugas.Com – Fakta baru terungkap di balik kasus keracunan yang menimpa belasan pelajar di Kabupaten Aceh Selatan. Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memastikan insiden tersebut dipicu oleh makanan yang tercemar bakteri berbahaya.

Ketua Satgas MBG Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium menjadi kunci dalam mengungkap penyebab utama kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh Loka Pengawasan Obat dan Makanan menemukan adanya indikasi kuat kontaminasi mikroba pada makanan yang dikonsumsi para siswa.

“Analisis sampel memperlihatkan adanya kandungan bakteri yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan layak konsumsi. Ini yang kemudian memicu gangguan kesehatan pada pelajar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga  Persagi Siapkan Sertifikasi Pengawas Gizi Dapur MBG

Belasan Pelajar Alami Gejala Serius

Insiden ini terjadi pada Jumat (27/2) sore, ketika 18 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Pasie Raja mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG.

Keluhan yang dirasakan meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, serta pusing. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, para siswa didiagnosis mengalami Gastroenteritis akut.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) guna mempercepat penanganan dan pengawasan.

Sumber Makanan dan Temuan Laboratorium

Makanan MBG yang dikonsumsi diketahui berasal dari Yayasan Ruang Kito Basamo yang mengelola dapur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Gampong Ujung Padang Asahan.

Dari hasil pengujian lima sampel makanan, ditemukan beberapa jenis bakteri patogen yang berpotensi menyebabkan keracunan.

Diva menjelaskan bahwa bakteri seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, serta Salmonella teridentifikasi dalam sampel tersebut.

“Keberadaan bakteri ini menjadi indikator bahwa makanan tidak memenuhi standar keamanan pangan. Mikroorganisme tersebut dikenal dapat memicu gangguan pencernaan akut,” katanya.

Baca Juga  Polri Miliki Ribuan SPPG, Produksi Jutaan MBG Tiap Hari, Cuan

Evaluasi Ketat Program MBG

Satgas menegaskan bahwa hasil investigasi ini akan dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam aspek higienitas dan distribusi makanan.

Diva menambahkan, pihaknya akan mendorong peningkatan pengawasan serta penegakan standar keamanan pangan agar program yang bertujuan meningkatkan gizi pelajar tidak justru membahayakan kesehatan.

Kasus ini menjadi alarm penting bagi seluruh pihak terkait untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi ke sekolah.

Baca berita selengkapnya di: https://JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait