JurnalLugas.Com — Pemerintah bersiap melakukan lompatan besar dalam program bedah rumah rakyat pada tahun 2026. Target renovasi yang sebelumnya hanya puluhan ribu unit, kini melonjak tajam menjadi 400 ribu rumah di seluruh Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu langkah paling agresif dalam upaya mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa peningkatan drastis ini merupakan arahan langsung dari Presiden guna menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini belum terpenuhi secara merata.
Ia menegaskan, pemerintah tengah menyusun langkah strategis lintas kementerian untuk memastikan program berjalan optimal. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Sekretariat Kabinet.
“Kami siapkan skema besar. Tahun sebelumnya hanya puluhan ribu rumah, sekarang melonjak jadi ratusan ribu unit. Ini bentuk percepatan nyata,” ujarnya.
Tak hanya soal jumlah, pemerintah juga memperluas jangkauan program. Jika sebelumnya masih ada ratusan daerah yang belum tersentuh, pada 2026 seluruh kabupaten dan kota ditargetkan akan menerima manfaat program ini.
Langkah tersebut diyakini menjadi solusi atas ketimpangan pembangunan hunian yang selama ini masih terjadi di berbagai wilayah, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.
Lebih dari sekadar renovasi rumah, program ini juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Aktivitas pembangunan diyakini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Efeknya bukan hanya rumah layak, tapi juga ekonomi bergerak dan keadilan pembangunan terasa,” kata Ara.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi tambahan dengan memanfaatkan aset negara di kawasan perkotaan. Lahan milik BUMN, khususnya sektor perkeretaapian, akan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun rakyat.
Kebijakan ini dinilai sebagai solusi atas keterbatasan lahan di kota-kota besar sekaligus menjawab kebutuhan hunian vertikal yang semakin mendesak.
Dengan kombinasi renovasi rumah dan pembangunan rusun, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem hunian yang lebih inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan.
Program ambisius ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor perumahan kini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional, tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi rakyat.
Baca berita lengkap lainnya di: https://JurnalLugas.Com
(SF)






