USU Kukuhkan 1.586 Wisudawan, Rektor Lulusan Harus Adaptif dan Berdampak bagi Masyarakat

JurnalLugas.Com — Momentum wisuda di Universitas Sumatera Utara kembali menjadi penanda lahirnya generasi baru yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perubahan zaman. Sebanyak 1.586 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium USU pada Jumat hingga Sabtu, 8–9 Mei 2026.

Prosesi akademik tersebut dipimpin langsung oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin. Dengan penambahan lulusan terbaru itu, jumlah alumni USU kini mencapai 277.132 orang.

Jumlah tersebut memperlihatkan posisi USU sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Pulau Sumatera yang terus melahirkan sumber daya manusia di berbagai bidang keilmuan.

Pada periode wisuda kali ini, lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari program doktor, magister, pendidikan spesialis, sub-spesialis, profesi, sarjana hingga diploma. Dominasi lulusan berasal dari program sarjana dan pendidikan profesi yang menjadi tulang punggung pengembangan SDM di berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Rektor USU menekankan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab baru di tengah masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa para lulusan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan global, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak cepat.

“Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus menjadi bekal untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Muryanto dalam pidatonya.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga dituntut memiliki integritas, daya saing, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tantangan sosial dan profesional.

Rektor juga berharap para alumni mampu membuka peluang baru, baik melalui dunia kerja, kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi demi meningkatkan kompetensi diri.

Tak hanya menyampaikan pesan kepada wisudawan, pihak universitas turut memberikan penghormatan kepada para orang tua yang selama ini mendampingi perjuangan pendidikan anak-anak mereka.

“Perjalanan pendidikan ini tidak lepas dari doa dan pengorbanan keluarga,” katanya.

Di tengah suasana haru wisuda, sejumlah lulusan turut membagikan pengalaman mereka selama menjalani masa pendidikan di USU. Salah satunya, dr. Agnelisa Putria Harahap yang mengaku tantangan terbesar selama pendidikan profesi dokter adalah menjaga ritme belajar di tengah aktivitas rumah sakit yang padat.

Menurutnya, mahasiswa kedokteran dituntut memiliki disiplin tinggi karena harus membagi waktu antara praktik klinis, pembelajaran akademik, dan kondisi fisik yang kerap terkuras.

Hal serupa disampaikan dr. Ruth Maria Situmorang. Ia menilai mahasiswa tidak hanya dituntut unggul di ruang kelas, tetapi juga harus aktif mengembangkan kemampuan organisasi dan sosial.

“Manajemen waktu menjadi kunci agar akademik dan aktivitas lainnya tetap berjalan seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Adli Nadhif mengungkapkan tantangan berbeda yang ia alami saat menyelesaikan penelitian di luar provinsi. Jarak dan kondisi lapangan menjadi hambatan tersendiri dalam proses penyusunan tugas akhir.

Meski demikian, ia menilai konsistensi dan ketekunan menjadi faktor penting agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Wisuda kali ini juga menjadi refleksi bahwa dunia pendidikan tinggi kini menghadapi tantangan baru, terutama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki daya tahan mental, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan era digital.

Menutup pidatonya, Rektor USU mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar dan menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

“Jadilah pribadi yang mampu memberi manfaat dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat,” tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait