BNN Kepri dan TNI AL Bongkar Penyelundupan 1,9 Ton Kokain dan Sabu Masuk Lewat Batam

Illegal drug production

JurnalLugas.Com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat menindaklanjuti kasus besar penyelundupan narkotika seberat 1,9 ton yang berhasil digagalkan oleh TNI Angkatan Laut (AL). Kasus tersebut kini resmi diserahkan ke BNN Kepri untuk proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan.

Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol. Hanny Hidayat, menyatakan pihaknya akan menyelidiki kasus ini secara menyeluruh guna mengungkap asal muasal dan jaringan penyelundupan narkoba lintas negara tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami pastikan seluruh barang bukti sudah diamankan secara ketat. Ini penting agar tidak ada yang hilang atau terkontaminasi dalam proses hukum,” ujar Brigjen Hanny dalam konferensi pers di Lantamal IV Batam, Jumat (16/5/2025).

Bongkar Jaringan Internasional

Penyelidikan difokuskan pada penelusuran jalur distribusi narkoba, termasuk asal barang dan ke mana tujuan akhir dari 1,2 ton kokain serta 705 kilogram sabu tersebut. Hanny menegaskan bahwa Kepulauan Riau bukan wilayah peredaran kokain, sehingga besar kemungkinan narkoba tersebut hanya transit di wilayah Indonesia sebelum diedarkan ke negara lain.

“Setelah proses administrasi berita acara selesai, kami langsung mulai penyidikan lebih dalam,” tambahnya.

Menurut data yang diterima, kokain dan sabu tersebut diselundupkan menggunakan kapal ikan asing berbendera Thailand, dan berhasil diamankan di perairan Kepri oleh aparat TNI AL. Terkait hal ini, seluruh barang bukti serta para tersangka telah resmi diserahkan kepada BNN.

Lima ABK Diamankan, Empat Positif Narkoba

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas berhasil menangkap lima anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari satu warga negara Thailand dan empat warga negara Myanmar. Dari hasil pemeriksaan awal, empat orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Pihak BNN menyebut para tersangka baru diamankan sehari sebelum penyerahan, sehingga pemeriksaan intensif terhadap mereka akan segera dilakukan untuk menggali informasi lebih jauh.

“Kami masih mendalami keterlibatan kelima tersangka, serta peran masing-masing dalam jaringan ini,” ujar Hanny.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ini menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman narkotika internasional.


Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Prabowo Tegas Perangi Narkoba, Pemerintah Siapkan Regulasi Baru dan Langkah Lintas Sektor

Pos terkait