DPR Pengadaan BGN Dikurangi, Anggaran MBG Diminta Tepat Sasaran

JurnalLugas.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu dijalankan dengan fokus yang lebih tajam agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menekan pengadaan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan gizi sehingga anggaran dapat diprioritaskan untuk memperluas jangkauan MBG.

Bacaan Lainnya

Menurut Cellica, kondisi ekonomi yang masih menantang menuntut setiap belanja pemerintah dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

Karena itu, program utama berupa pemenuhan gizi masyarakat harus menjadi prioritas dibanding pengadaan yang belum memberikan dampak langsung.

“Fokus utama sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan MBG, terutama untuk wilayah yang benar-benar membutuhkan,” kata Cellica di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Wilayah 3T dan Daerah Stunting Jadi Prioritas

Cellica menilai perluasan Program MBG sebaiknya lebih dahulu menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efektif sekaligus mempercepat upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Selain wilayah 3T, daerah yang telah lama mengusulkan pelaksanaan MBG juga dinilai layak masuk dalam daftar prioritas agar pemerataan manfaat program dapat segera terwujud.

MBG Diklaim Jadi Investasi Jangka Panjang SDM

Cellica menegaskan pembangunan sumber daya manusia membutuhkan proses yang jauh lebih panjang dibanding pembangunan infrastruktur fisik.

Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu investasi strategis pemerintah untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif pada masa mendatang.

Menurutnya, apabila dalam pelaksanaan ditemukan berbagai kekurangan, evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengurangi komitmen terhadap tujuan utama program.

“Perbaikan perlu terus dilakukan agar manfaat program semakin optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dinilai Berpotensi Tekan Angka Stunting

Program MBG juga diyakini memiliki peran penting dalam mendukung penurunan angka stunting di Indonesia.

Cellica mengatakan pemenuhan gizi yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kesehatan mental, kemampuan belajar, hingga kestabilan emosional.

Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi.

Bahkan di sejumlah daerah masih banyak warga yang mempertanyakan kapan wilayah mereka mulai menerima layanan MBG.

Komunikasi SPPG dan Sekolah Perlu Diperkuat

Selain perluasan jangkauan, Cellica juga menyoroti pentingnya koordinasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan sekolah.

Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar menu makanan yang disajikan tetap memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) sekaligus mempertimbangkan kebiasaan konsumsi para siswa.

Dengan evaluasi rutin, variasi menu dapat terus diperbaiki sehingga anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi tanpa mengurangi minat mereka untuk mengonsumsi makanan yang disediakan.

Kader Posyandu Dinilai Punya Peran Strategis

Dalam upaya menekan angka stunting, Cellica juga menilai jaringan kader Posyandu, keluarga berencana (KB), serta tenaga kesehatan di daerah memiliki peran yang sangat penting.

Mereka dinilai menjadi ujung tombak edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk pemberian tablet tambah darah bagi perempuan usia reproduksi sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Ikuti berita nasional, kebijakan publik, dan perkembangan Program MBG lainnya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com/

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Ratusan Dapur MBG Disetop Serentak, BGN Temuan Berbahaya dari Jawa hingga Timur Indonesia

Pos terkait