Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo, Posisi Strategis untuk Urusan Buruh

JurnalLugas.Com – Dinamika politik dan ketenagakerjaan nasional memasuki babak baru setelah pemerintah memberikan sinyal kuat terkait kemungkinan masuknya tokoh buruh ke dalam lingkaran pemerintahan. Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, disebut berpeluang memperoleh posisi strategis yang berkaitan langsung dengan isu tenaga kerja.

Sinyal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai peran Said Iqbal di pemerintahan masih berlangsung. Meski belum mengungkap detail jabatan yang akan diberikan, pemerintah memastikan posisi tersebut berkaitan erat dengan perjuangan dan aspirasi kaum pekerja.

Bacaan Lainnya

“Masih dalam tahap pembicaraan dan pendalaman,” ujar Prasetyo singkat saat memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Istana Kepresidenan.

Pernyataan itu langsung memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan Said Iqbal dalam struktur Kabinet Merah Putih maupun lembaga baru yang tengah disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan pekerja.

Fokus pada Kepentingan Buruh

Pemerintah disebut tengah merancang penguatan kelembagaan yang secara khusus menangani kesejahteraan pekerja. Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), sebuah lembaga yang diproyeksikan menjadi mitra strategis Presiden dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan.

Baca Juga  KPK Bongkar OTT Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Bermula dari Aduan Buruh

Menurut Said Iqbal, konsep DKBN berbeda dari forum ketenagakerjaan yang selama ini ada. Jika lembaga tripartit berada di bawah koordinasi kementerian terkait, DKBN dirancang untuk memberikan masukan langsung kepada Presiden mengenai berbagai persoalan buruh dan dunia kerja.

“Lembaga ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi pekerja dan kebijakan negara,” kata Iqbal dalam keterangannya.

Keberadaan DKBN dinilai dapat memperkuat posisi buruh dalam proses penyusunan kebijakan nasional, terutama di tengah tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, investasi, dan kondisi ekonomi global.

Struktur Dewan Masih Digodok

Pembahasan mengenai susunan DKBN disebut telah berlangsung melalui sejumlah pertemuan terbatas yang melibatkan perwakilan serikat pekerja dan unsur pemerintah. Dalam rancangan awal, lembaga tersebut akan terdiri dari dewan penasihat serta dewan pelaksana yang mayoritas berasal dari kalangan serikat buruh.

Selain itu, sejumlah akademisi dan pakar ketenagakerjaan juga berpeluang dilibatkan guna memperkuat kualitas rekomendasi yang dihasilkan.

Iqbal menegaskan bahwa fokus utama lembaga ini adalah peningkatan kesejahteraan pekerja. Karena itu, komposisi keanggotaan tidak diarahkan untuk melibatkan unsur pengusaha sebagaimana forum dialog sosial lainnya.

Baca Juga  PP 49 Tahun 2025 Resmi Berlaku! Aturan Baru Upah Pekerja, UMP–UMK hingga Skala Gaji Dirombak

Menanti Keputusan Presiden

Meski peluang Said Iqbal masuk pemerintahan semakin terbuka, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini belum ada kepastian mengenai jabatan yang akan diemban maupun waktu pengumumannya.

Pemerintah meminta publik menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan setelah seluruh proses pembahasan selesai.

Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah hubungan pemerintah dan gerakan buruh di Indonesia.

Keterlibatan langsung tokoh buruh dalam struktur pemerintahan dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara negara dan pekerja, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan tenaga kerja nasional di masa mendatang.

Baca berita politik, ekonomi, dan ketenagakerjaan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait