Konsumsi Susu RI Masih Rendah, MBG Disekolah Anak Bisa Minum Susu

JurnalLugas.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diproyeksikan sebagai solusi pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk membangun budaya konsumsi susu yang lebih kuat di tengah masyarakat.

Pemerintah menilai momentum pelaksanaan MBG dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan asupan susu sejak usia dini, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi tulang punggung Indonesia Emas 2045.

Bacaan Lainnya

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa konsumsi susu perlu menjadi bagian penting dalam pola makan generasi muda. Menurutnya, program MBG membuka peluang besar untuk mengenalkan kebiasaan minum susu secara lebih rutin kepada jutaan anak di seluruh Indonesia.

“Program ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas akses anak-anak terhadap susu dan memperkuat budaya konsumsi gizi berkualitas,” ujarnya dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu 14 Juni 2026.

Konsumsi Susu Indonesia Masih Tertinggal

Meski memiliki jumlah penduduk yang besar, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Rata-rata konsumsi susu nasional saat ini masih berada di kisaran belasan liter per kapita setiap tahun.

Baca Juga  62 SPPG MBG Ditutup Mendadak, Ini Kata BGN

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang sangat luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya susu sebagai sumber nutrisi harian.

Para ahli gizi menyebut susu mengandung berbagai nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh, mulai dari protein berkualitas tinggi, kalsium, vitamin D, vitamin A, vitamin B12 hingga kalium. Kombinasi zat gizi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tulang, menjaga kekuatan otot, serta menunjang perkembangan fungsi otak anak.

Peningkatan konsumsi susu dinilai bukan sekadar persoalan pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi produktif Indonesia.

Hanif menilai keberhasilan pembangunan nasional pada masa depan akan sangat bergantung pada kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak yang saat ini sedang tumbuh. Karena itu, penguatan budaya minum susu perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, media, peternak, hingga masyarakat luas perlu mengambil peran dalam mendorong peningkatan konsumsi susu nasional.

“Kolaborasi menjadi kunci agar masyarakat semakin memahami manfaat susu dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat,” katanya.

Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat industri persusuan nasional. Salah satunya melalui penyusunan peta jalan atau roadmap kemandirian susu yang mencakup pengembangan sektor peternakan sapi perah, pengolahan industri, hingga distribusi produk ke masyarakat.

Baca Juga  Prabowo Akui Sedih Pecat Dadan dan Tidak Nyaman

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor sekaligus meningkatkan daya saing industri susu dalam negeri.

Penguatan hilirisasi industri, integrasi rantai pasok, dan peningkatan investasi disebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem persusuan yang berkelanjutan. Dengan demikian, kebutuhan susu nasional dapat dipenuhi secara lebih optimal dari produksi domestik.

Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai salah satu kendaraan utama untuk mempercepat perbaikan kualitas gizi anak Indonesia. Jika konsumsi susu dapat diperluas melalui program tersebut, manfaatnya diyakini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berdampak pada kualitas generasi masa depan.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan produksi nasional, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Indonesia berpeluang menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, ketika bonus demografi diharapkan mampu menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa.

Sumber informasi dan berita nasional lainnya dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait