Dudung, Pemerintah Siap Berdialog dengan Penolak MBG

JurnalLugas.Com – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mengedepankan keterbukaan terhadap berbagai pandangan masyarakat.

Beragam kritik, masukan, hingga penolakan terhadap program tersebut disebut akan ditampung melalui jalur dialog yang disiapkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Dudung, pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik yang bersifat membangun. Sebaliknya, setiap saran dinilai dapat menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di berbagai daerah.

“Pemerintah terbuka terhadap setiap saran dan masukan. Presiden juga memberikan ruang untuk itu kapan saja,” ujar Dudung di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat tidak harus melalui aksi demonstrasi. Kanal pengaduan dan layanan aspirasi yang dikelola Kantor Staf Kepresidenan dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara pemerintah dan publik.

Dudung menegaskan, pihaknya siap berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda mengenai Program MBG.

Menurutnya, dialog menjadi langkah yang lebih konstruktif untuk mencari solusi bersama dibanding mempertajam perbedaan.

Selain membahas keterbukaan pemerintah, Dudung juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo terkait dugaan adanya pihak yang membiayai aksi demonstrasi penolakan Program MBG.

Ia menilai informasi yang dimiliki Presiden tentu berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun demikian, dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku agar seluruh proses berjalan objektif.

“Informasi yang diterima Presiden tentu memiliki dasar. Selanjutnya perlu dipastikan melalui proses hukum sesuai ketentuan,” katanya.

Lebih lanjut, Dudung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat Program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

Ia menilai manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada berbagai sektor.

Menurutnya, pelaksanaan MBG telah membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penyedia bahan pangan maupun jasa pendukung.

Di sisi lain, program tersebut juga melibatkan relawan serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.

Dudung menegaskan bahwa tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.

Ia menepis anggapan bahwa program tersebut dijalankan demi kepentingan popularitas pemerintah.

“Orientasi utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa,” ujarnya.

Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berpartisipasi memberikan masukan secara konstruktif agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Baca berita nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Pangkas Pengadaan, TNI Polri dan Kadin Percepat MBG di Awal Program

Pos terkait