JurnalLugas.Com – Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah pria berbadan tegap berada di lokasi pencurian sapi di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), menjadi perbincangan luas di media sosial.
Video tersebut memicu beragam spekulasi setelah muncul narasi bahwa belasan sapi milik warga diduga dicuri dengan melibatkan anggota TNI.
Dalam video yang beredar, terlihat aktivitas pada malam hari di sebuah areal perkebunan. Perekam video menyorot keberadaan beberapa ekor sapi, sebuah truk Colt Diesel berwarna kuning, serta benda yang disebut sebagai alat pembius hewan sebelum diangkut.
Perekam video, Erwin Hutabarat, mengklaim sapi yang berada di lokasi merupakan milik keluarganya.
Ia juga menuding proses pengangkutan dilakukan dengan melibatkan puluhan orang yang disebut sebagai anggota TNI.
Menurut Erwin, rencana penyelesaian melalui mediasi sebenarnya telah disepakati.
Namun, ia menilai pertemuan yang dijadwalkan di Polsek Labuhan Bilik tidak pernah terlaksana.
“Kami berharap persoalan ini diselesaikan lewat jalur musyawarah, tetapi mediasi yang dijadwalkan akhirnya tidak berlangsung,” ujar Erwin, Sabtu 27 Juni 2026.
Di sisi lain, pemilik lahan bernama Jefrey Agusutomo Ariska membantah seluruh tudingan yang beredar.
Ia menegaskan sapi yang dipindahkan merupakan ternaknya sendiri dan jumlahnya hanya enam ekor, bukan 16 ekor sebagaimana disebutkan dalam narasi video viral.
Jefrey menjelaskan proses pengambilan dilakukan pada malam hari karena hewan-hewan tersebut berada di lahan pertaniannya.
Ia mengaku sengaja membawa pulang ternaknya setelah beberapa waktu sebelumnya sempat hilang dari kandang.
“Yang kami ambil adalah sapi milik sendiri. Jumlahnya enam ekor, bukan seperti informasi yang beredar,” kata Jefrey.
Mengaku Rugi Akibat Sapi Sering Hilang
Jefrey juga mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kerugian karena jumlah ternak yang dimiliki terus berkurang. Dari semula memiliki 32 ekor sapi, kini tersisa sekitar 16 ekor.
Ia menduga kehilangan ternak telah terjadi berulang kali. Karena itu, ia memilih mengamankan sapi yang ditemukannya berada di lahan miliknya.
Menurutnya, pihak keluarga Erwin mengetahui bahwa sapi-sapi tersebut merupakan hasil pembeliannya karena beberapa kerabat pernah bekerja di tempat usahanya.
Bantah Libatkan Aparat
Menanggapi isu yang berkembang di media sosial, Jefrey menegaskan tidak ada keterlibatan aparat dalam proses pengambilan sapi sebagaimana yang dituduhkan.
Ia menyebut persoalan tersebut kini telah dilaporkan kepada kepolisian dan sedang diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Kasus ini pun masih menunggu hasil penyelidikan aparat untuk memastikan kepemilikan ternak sekaligus mengungkap fakta di balik video yang viral di media sosial.
Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan isi video sebelum ada keputusan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Baca berita nasional dan daerah terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Bowo)






