JurnalLugas.Com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat dukungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Hingga akhir Juni 2026, Polri mencatat pembangunan SPPG telah mencapai 1.415 unit dari target 1.500 unit yang ditetapkan sepanjang tahun ini.
Capaian tersebut menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung program MBG yang kini mulai menjangkau berbagai daerah, termasuk kawasan terpencil.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa sebagian besar fasilitas tersebut telah siap melayani masyarakat.
Dari total yang dibangun, ratusan dapur gizi telah beroperasi, sementara sisanya berada pada tahap operasional dan penyelesaian pembangunan.
“Sebagian besar SPPG sudah berjalan dan terus kami percepat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Listyo Sigit.
Keberadaan jaringan SPPG tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini juga memberikan dampak ekonomi dengan membuka peluang kerja bagi lebih dari 70 ribu tenaga kerja.
Polri juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas layanan dan keamanan pangan. Setiap dapur gizi didorong memenuhi standar kesehatan melalui sertifikasi higiene sanitasi, sertifikasi halal, pengujian kualitas air, hingga pelatihan bagi para juru masak yang bertugas menyiapkan menu setiap hari.
Untuk menjaga kualitas konsumsi masyarakat, Polri turut menyusun buku resep bertajuk Rasa Bhayangkara Nusantara yang memuat puluhan variasi menu bergizi.
Kehadiran panduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga sesuai dengan keberagaman cita rasa khas Indonesia.
Di sisi lain, sistem keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam operasional SPPG. Berbagai peralatan pendukung seperti sistem penyaringan air, instalasi pengolahan limbah, perlengkapan sterilisasi, hingga perangkat pengujian kualitas makanan diterapkan guna memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar keamanan.
Kapolri menegaskan bahwa penerapan standar tersebut berhasil menjaga kualitas layanan selama operasional berlangsung.
“Alhamdulillah, hingga saat ini SPPG Polri mampu mempertahankan zero accident,” kata Listyo Sigit saat memberikan sambutan pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Penyelesaian target 1.500 SPPG diharapkan semakin memperkuat implementasi program Makanan Bergizi Gratis sekaligus menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan yang aman, sehat, dan bergizi.
Baca berita nasional lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






