Stroke Bisa Menyebabkan Kelumpuhan, Ini Alasannya

JurnalLugas.Com — Stroke bukan hanya penyakit yang menyerang otak. Dampaknya dapat menjalar ke kemampuan seseorang untuk menggerakkan wajah, tangan hingga kaki. Pada kondisi tertentu, stroke bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.

Kelumpuhan tersebut terjadi karena stroke mengganggu bagian otak yang bertugas mengatur gerakan tubuh. Ketika aliran darah ke otak tersumbat atau pembuluh darah pecah, jaringan otak bisa kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan.

Bacaan Lainnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi darurat medis akibat terganggunya aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun perdarahan. Kerusakan yang muncul dapat menimbulkan gangguan gerak hingga kecacatan jangka panjang.

Mengapa Stroke Bisa Membuat Tubuh Lumpuh?

Otak memiliki bagian-bagian yang mengatur fungsi tubuh, termasuk pergerakan otot. Perintah dari otak diteruskan melalui jaringan saraf menuju otot agar tubuh dapat bergerak sesuai keinginan.

Saat stroke merusak area otak yang mengendalikan gerakan, komunikasi antara otak dan otot dapat terganggu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kelemahan otot atau bahkan tidak mampu menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Inilah alasan mengapa kelumpuhan setelah stroke sering terjadi pada satu sisi tubuh.

Jika kerusakan terjadi pada bagian kiri otak, gangguan gerak umumnya muncul di sisi kanan tubuh. Sebaliknya, stroke pada bagian kanan otak dapat memengaruhi sisi kiri tubuh. Hal tersebut berkaitan dengan jalur saraf yang sebagian besar menyilang sebelum mengendalikan sisi tubuh yang berlawanan.

Baca Juga  Gejala Stroke yang Wajib Dikenali Sejak Dini, Jangan Abaikan Tanda Kecil Muncul Mendadak

Dengan kata lain, bukan tangan atau kaki yang menjadi sumber masalah utama. Kerusakan pada pusat pengendali gerakan di otak membuat perintah untuk menggerakkan anggota tubuh tidak dapat diteruskan secara normal.

Tidak Semua Stroke Menyebabkan Kelumpuhan

Tingkat gangguan setelah stroke tidak selalu sama. Ada orang yang hanya mengalami kelemahan ringan, sementara pasien lain dapat kehilangan kemampuan menggerakkan satu sisi tubuh.

Besarnya dampak sangat dipengaruhi oleh lokasi dan tingkat kerusakan jaringan otak. Stroke yang mengenai area pengatur gerakan dapat menyebabkan gangguan motorik yang lebih jelas. Sementara kerusakan di bagian lain dapat lebih dominan memengaruhi kemampuan berbicara, penglihatan, keseimbangan atau fungsi lainnya.

Kementerian Kesehatan juga menyebut kelumpuhan wajah atau anggota tubuh yang muncul secara mendadak, terutama pada satu sisi, sebagai salah satu tanda yang perlu dicurigai sebagai stroke.

Waspadai Gejala yang Datang Mendadak

Stroke biasanya tidak memberikan banyak waktu untuk menunggu. Kelemahan atau mati rasa yang muncul tiba-tiba pada wajah, lengan atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh, merupakan tanda penting yang perlu segera mendapat pertolongan medis.

Gejala lain dapat berupa wajah menurun sebelah, bicara mendadak pelo atau sulit dipahami, gangguan penglihatan, pusing, kehilangan keseimbangan hingga sakit kepala berat yang muncul tiba-tiba.

“Setiap menit sangat berarti” dalam penanganan stroke. Pertolongan yang cepat dapat membantu mengurangi kerusakan otak dan menurunkan risiko kecacatan, dirangkum JurnalLugas.Com, Kamis 10 September 2026.

Karena itu, apabila seseorang tiba-tiba mengalami wajah mencong, satu tangan atau kaki melemah, atau kesulitan berbicara, jangan menunggu gejalanya membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis darurat.

Apakah Kelumpuhan Setelah Stroke Bisa Membaik?

Kelumpuhan setelah stroke tidak selalu berarti seseorang akan kehilangan kemampuan bergerak secara permanen. Tingkat pemulihan berbeda-beda, tergantung antara lain pada lokasi dan tingkat kerusakan otak serta kondisi pasien.

Rehabilitasi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Terapi dapat membantu pasien melatih kembali kemampuan bergerak, menjaga keseimbangan dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

WHO menyebut rehabilitasi sebagai bagian penting dari perawatan stroke dan sebaiknya dimulai setelah kondisi pasien secara medis sudah stabil.

Pemulihan juga dapat berlangsung secara bertahap. Karena itu, pasien dan keluarga perlu mengikuti program perawatan serta rehabilitasi yang diberikan tenaga kesehatan.

Stroke bukan sekadar masalah kehilangan kekuatan pada tangan atau kaki. Penyakit ini dapat merusak pusat pengendali gerakan di otak sehingga perintah menuju otot terganggu.

Itulah sebabnya seseorang dapat mengalami kelemahan hingga kelumpuhan, terutama pada sisi tubuh yang berlawanan dengan bagian otak yang mengalami kerusakan.

Mengenali tanda stroke sejak awal menjadi langkah penting. Semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan, semakin besar peluang untuk membatasi kerusakan otak dan komplikasi yang dapat terjadi.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait