Survei IPO 1.200 Responden Kepuasan Publik Prabowo-Gibran Tembus 63 Persen

JurnalLugas.Com – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada di atas angka 60 persen.

Temuan tersebut tercermin dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Dari survei itu, sebanyak 57 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan, sedangkan 6 persen lainnya mengaku sangat puas.

Bacaan Lainnya

Jika digabungkan, tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen.

Sementara itu, kelompok responden yang menyatakan tidak puas berada di angka 30 persen. Sebanyak 5 persen menyebut sangat tidak puas, sedangkan 2 persen lainnya memilih tidak memberikan jawaban atau mengaku tidak mengetahui.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan hasil tersebut menunjukkan persepsi positif terhadap pemerintah masih lebih dominan dibandingkan penilaian negatif.

“Secara umum, tingkat kepuasan masih relatif stabil dan lebih banyak yang puas,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu, 9 Agustus 2026.

Survei tersebut juga mencoba melihat alasan yang membuat masyarakat memberikan penilaian positif terhadap Presiden Prabowo. Sejumlah program pemerintah dan karakter kepemimpinan menjadi faktor yang muncul dalam jawaban responden.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi teratas dengan persentase 15,7 persen. Program tersebut menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang paling banyak dikaitkan responden dengan persepsi positif terhadap Presiden.

Faktor berikutnya adalah penilaian terhadap upaya pemberantasan korupsi. Sebanyak 12,5 persen responden menyebut aktivitas tersebut sebagai salah satu alasan mereka memberikan pandangan positif terhadap Prabowo.

Kemudian, 11 persen responden mengaitkan persepsi positif dengan pemberian bantuan sosial. Sebanyak 7,2 persen lainnya menilai program pemerintah sudah menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Penilaian terhadap gaya kepemimpinan juga ikut muncul. Sekitar 5,8 persen responden mengapresiasi sikap Prabowo yang dinilai tegas dan tidak membeda-bedakan dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, 4 persen responden menilai Prabowo memiliki kemampuan menghadapi situasi krisis. Sebanyak 3,8 persen melihat adanya perbaikan dalam kondisi ekonomi, sedangkan 3,5 persen lainnya menilai Presiden memiliki perhatian terhadap masyarakat.

Dedi menyebut berbagai faktor tersebut memperlihatkan bahwa penilaian publik terhadap pemerintahan tidak hanya dipengaruhi satu kebijakan.

“Secara keseluruhan, Prabowo masih dinilai menjalankan pemerintahan dengan baik,” kata Dedi.

Survei Melibatkan Cuma 1.200 Responden

Survei IPO tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan selama periode 27 Juli sampai 3 Agustus 2026.

IPO menyebut survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil survei ini muncul di tengah pemerintah yang terus menonjolkan sejumlah program dan pembangunan yang diklaim memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Presiden Prabowo sebelumnya juga menyinggung pembangunan infrastruktur desa sebagai salah satu contoh hasil kerja pemerintah.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026, Prabowo menyebut pembangunan ribuan jembatan di berbagai desa sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Prabowo mengklaim jumlah jembatan yang telah dibangun pemerintah mendekati 2.500 unit. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Ia juga mengaitkan pembangunan infrastruktur desa dengan keberadaan dana desa yang telah berjalan selama satu dekade.

Prabowo menilai dana yang diterima desa dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur penghubung antarkawasan.

“Kerja pemerintah harus dirasakan langsung masyarakat,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pemerintah sendiri masih menghadapi tantangan untuk menjaga kepuasan publik di tengah beragam persoalan ekonomi dan sosial.

Angka kepuasan 63 persen dalam survei IPO menunjukkan dukungan masyarakat masih cukup kuat, namun pada saat yang sama terdapat kelompok signifikan yang memberikan penilaian berbeda.

Sebanyak 35 persen responden yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas menjadi catatan bahwa persepsi publik terhadap pemerintah tetap beragam.

Dengan demikian, hasil survei tersebut dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana masyarakat menilai kinerja pemerintah pada periode pengambilan data.

Konsistensi pelaksanaan program, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta kemampuan pemerintah merespons persoalan publik akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan tingkat kepercayaan tersebut.

Baca berita politik, pemerintahan, ekonomi, dan informasi terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Prabowo Bentuk Satgas Kuala, Anggaran Rp60 Triliun Digelontorkan untuk Ini

Pos terkait