Gempa M6,3 Simalungun Bikin Warga Aceh Barat Panik, BPBD Belum Ada Kerusakan

JurnalLugas.Com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore, turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.

Getaran gempa membuat sebagian warga Meulaboh dan sejumlah wilayah di sekitarnya panik. Meski guncangan terasa cukup kuat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat memastikan hingga Sabtu malam belum menemukan laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan setelah gempa dirasakan masyarakat.

Menurutnya, sejauh hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan bangunan milik warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.

“Sejauh pemantauan, belum ada kerusakan bangunan yang dilaporkan,” kata Teuku Ronal, Sabtu malam.

Guncangan gempa dilaporkan terasa cukup luas di Kota Meulaboh dan kawasan sekitarnya. Berdasarkan tingkat intensitas yang dirasakan, getaran mencapai skala V MMI.

Pada intensitas tersebut, guncangan dapat dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat. Getaran juga cukup kuat untuk membuat orang yang sedang tidur terbangun, sehingga tidak mengherankan jika warga sempat merasakan kepanikan.

BPBD Aceh Barat masih melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya dampak lanjutan. Personel disiagakan untuk mengecek kondisi di sejumlah kecamatan dan memastikan informasi mengenai kerusakan maupun korban dapat segera diketahui.

“Monitoring terus dilakukan di lapangan dan sampai malam belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan,” ujar Teuku Ronal.

Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di wilayah daratan. Episentrum gempa berada pada koordinat 2,97 derajat Lintang Utara dan 98,95 derajat Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada sekitar 11 kilometer sebelah timur Simalungun, Sumatera Utara. Gempa memiliki kedalaman hiposenter sekitar 163 kilometer.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena getaran gempa tetap dapat dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari titik pusatnya. Namun, BPBD Aceh Barat mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai berbagai informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.

Teuku Ronal meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi kebencanaan dan pemerintah daerah.

Hingga Sabtu malam, situasi di Aceh Barat dilaporkan masih terkendali. BPBD tetap menempatkan personel dalam kondisi siaga sembari memantau perkembangan di seluruh wilayah kecamatan.

Gempa Simalungun yang terasa hingga Aceh Barat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana.

Kepanikan dapat diminimalkan apabila warga memahami langkah keselamatan dan mengandalkan informasi resmi ketika gempa terjadi.

Baca informasi berita terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Tanggamus Lampung Pagi Ini

Pos terkait