JurnalLugas.Com — Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Aksi bertajuk #MerebutKembaliIndonesia itu dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.
GERAM memperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil akan bergabung. Massa berasal dari sejumlah kelompok mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga komunitas masyarakat sipil.
Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk pengawasan masyarakat terhadap kinerja DPR, terutama dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.
“Ini merupakan bentuk pengawasan publik terhadap DPR, bukan sekadar aksi penyampaian pendapat,” kata Mixel.
Salah satu agenda utama GERAM adalah meminta pimpinan DPR RI menemui massa secara langsung. Mereka meminta Ketua DPR beserta para wakil ketua membuka ruang dialog dengan peserta aksi.
GERAM menyatakan akan mempertimbangkan aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan dialog tersebut tidak dipenuhi.
Dalam aksi tersebut, GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup persoalan politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, demokrasi, hingga penanganan bencana.
Tuntutan itu antara lain meminta pertanggungjawaban politik dan hukum terhadap Prabowo-Gibran, evaluasi bahkan penghentian KDMP dan MBG, perubahan kebijakan perpajakan, pendidikan serta kesehatan gratis, pengendalian harga kebutuhan pokok dan kenaikan upah buruh.
Mereka juga menuntut pemerintah menetapkan bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur sebagai bencana nasional, memperkuat perlindungan pekerja rumah tangga, menghentikan perluasan peran militer di ranah sipil, serta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis.
Selain itu, GERAM mendorong pembebasan tahanan politik dan meminta aset hasil korupsi disita untuk kemudian dimanfaatkan bagi kepentingan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.
Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu bentuk tekanan publik terhadap parlemen di tengah berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. GERAM menegaskan mereka ingin tuntutan tersebut mendapat respons langsung dari pimpinan DPR.
Baca perkembangan politik nasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






