JurnalLugas.Com — Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Dugaan tersebut mencuat setelah video beredar di media sosial yang menarasikan adanya lima truk membawa rombongan anggota ormas tertentu di tengah situasi kericuhan.
Namun, polisi belum memastikan kebenaran informasi tersebut. Polda Metro Jaya masih memeriksa fakta dan mencocokkannya dengan temuan di lapangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan dugaan keterlibatan ormas belum dapat disimpulkan sebelum proses verifikasi selesai.
“Kami masih melakukan pendalaman karena fakta harus terverifikasi,” kata Budi, Sabtu (29/8/2026).
Di sisi lain, lima truk colt diesel yang mengalami kerusakan dalam kejadian tersebut telah dievakuasi polisi. Sejumlah bagian kendaraan, termasuk kaca dan pintu, dilaporkan mengalami kerusakan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial.
Menurut Budi, pihaknya menemukan sejumlah konten yang memuat disinformasi, provokasi, hingga penggunaan kembali video lama untuk menggambarkan peristiwa seolah-olah baru terjadi.
Karena itu, informasi mengenai pihak yang diduga terlibat dalam kerusuhan perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Pendalaman tersebut menjadi penting agar tudingan terhadap pihak tertentu tidak berkembang menjadi kesimpulan tanpa dasar.
Polisi masih mengumpulkan dan memverifikasi informasi sebelum menentukan fakta sebenarnya di balik kerusuhan demonstrasi tersebut.
Baca berita dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Bowo)






