JurnalLugas.Com – Nama Dedi Mulyadi semakin mencuri perhatian dalam peta persaingan calon presiden. Hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median) menempatkan Gubernur Jawa Barat itu di urutan kedua, hanya terpaut tipis dari Anies Baswedan.
Dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi meraih elektabilitas 20,6 persen. Angka tersebut berada di bawah Prabowo Subianto yang memperoleh 32,4 persen, tetapi sedikit unggul dari Anies yang berada di angka 20,5 persen.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan persaingan Dedi dan Anies berlangsung sangat ketat. Selisih elektabilitas keduanya hanya 0,1 poin.
Posisi Dedi juga terlihat kuat dalam simulasi pertanyaan terbuka. Elektabilitasnya tercatat 19,8 persen, sementara Prabowo mencapai 32,2 persen dan Anies 19,5 persen.
Dengan capaian tersebut, Dedi menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam dinamika politik menuju Pilpres mendatang. Jaraknya dengan Prabowo memang masih cukup lebar, tetapi posisinya terhadap kandidat lain menunjukkan persaingan yang semakin terbuka.
Di sisi lain, nama Dedi Mulyadi belakangan ikut dikaitkan dengan wacana duet bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta spekulasi tersebut tidak terus dibesar-besarkan.
Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan belum ada pembahasan mengenai pasangan Dedi-Gibran. Ia berharap publik tidak mengembangkan isu tersebut menjadi wacana politik yang belum memiliki dasar.
“Tidak perlu terus digoreng. Para pihak sebaiknya menahan diri,” kata Bestari.
Hasil survei Median sekaligus memperlihatkan bahwa posisi Dedi Mulyadi kini bukan lagi sekadar nama pelengkap dalam bursa kandidat.
Elektabilitas di kisaran 20 persen membuat pergerakannya layak menjadi perhatian dalam peta politik nasional.
Baca berita terbaru dan informasi aktual lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






