JurnalLugas.Com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti penggunaan anggaran daerah yang dinilainya belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.
Sorotan itu disampaikan Dedi saat menghadiri Sidang Paripurna dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan di Gedung DPRD Kuningan, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Dedi, pemerintah daerah harus mengubah cara menentukan prioritas belanja. Ia menilai fasilitas pejabat tidak semestinya mendapatkan perhatian lebih besar ketika persoalan infrastruktur dasar masyarakat masih belum tertangani dengan baik.
Dedi secara khusus meminta kualitas pembangunan jalan kabupaten ditingkatkan. Ia mendorong agar standar teknis jalan kabupaten dibuat lebih baik dan mendekati kualitas jalan provinsi.
Ada tiga hal yang disebutnya harus menjadi perhatian dalam setiap pembangunan jalan, yakni drainase yang berfungsi baik, penerangan jalan umum (PJU) yang memadai, serta CCTV di lokasi yang dianggap rawan.
Dedi menekankan, jalan tidak cukup hanya dibangun dan kemudian ditinggalkan. Infrastruktur tersebut membutuhkan pemeliharaan rutin agar tidak cepat rusak dan tetap nyaman digunakan masyarakat.
Ia juga mendorong kembali pengerahan pasukan kuning untuk menjaga kebersihan badan jalan serta saluran drainase. Menurutnya, sampah yang menyumbat drainase dapat mempercepat kerusakan jalan.
“Anggaran harus diarahkan pada kualitas dan perawatan, bukan sekadar pembangunan,” kata Dedi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur daerah seharusnya tidak berhenti pada proyek fisik. Pemerintah juga dituntut memastikan fasilitas publik memiliki standar yang baik, aman, bersih, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat, kualitas jalan dan fasilitas pendukungnya merupakan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, penggunaan anggaran daerah idealnya lebih terasa manfaatnya langsung oleh warga.
Baca berita terbaru dan informasi lainnya di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






