Perbedaan Stroke Ringan, Stroke Iskemik, dan Stroke Hemoragik Perlu Dipahami

JurnalLugas.Com – Istilah stroke ringan, stroke iskemik, dan stroke hemoragik masih sering dianggap sebagai kondisi yang sama. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan penting, terutama dari penyebab, kondisi pembuluh darah di otak, hingga penanganannya.

Memahami perbedaan tersebut penting karena gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba dan membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.

Bacaan Lainnya

Secara umum, stroke terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terganggu. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat atau pecah. Dua kelompok utama stroke adalah stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Stroke ringan atau TIA

Di masyarakat, stroke ringan sering digunakan untuk menyebut transient ischemic attack (TIA). Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu sementara, sehingga muncul gejala yang menyerupai stroke.

Bedanya, gangguan tersebut biasanya tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Gejalanya dapat berupa wajah mencong, salah satu sisi tubuh melemah atau mati rasa, sulit berbicara, gangguan penglihatan hingga kehilangan keseimbangan.

Meski gejalanya kemudian menghilang, TIA tidak boleh dianggap sepele. American Stroke Association menyebut TIA sebagai “warning stroke”, atau tanda peringatan bahwa seseorang berisiko mengalami stroke yang lebih berat.

Baca Juga  Stroke Bisa Datang Tanpa Peringatan, Kenali Gejala Awal, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Dengan kata lain, hilangnya gejala bukan berarti masalah selesai. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mencari penyebab dan menurunkan risiko stroke berikutnya.

Stroke iskemik

Berbeda dari TIA, stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak benar-benar tersumbat. Penyumbatan paling sering berkaitan dengan bekuan darah atau penumpukan plak pada pembuluh darah.

Ketika aliran darah terhenti, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Kerusakan dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga penanganan cepat menjadi sangat penting.

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak ditemukan. American Stroke Association memperkirakan sekitar 87 persen kasus stroke merupakan stroke iskemik.

Dokter biasanya akan menekankan bahwa waktu sangat menentukan dalam penanganan stroke, sebab jenis stroke harus diketahui terlebih dahulu sebelum terapi diberikan. Pemeriksaan seperti pencitraan otak membantu tenaga medis membedakan penyumbatan dengan perdarahan.

Stroke hemoragik

Sementara itu, stroke hemoragik terjadi akibat pembuluh darah di dalam atau sekitar otak pecah sehingga darah keluar dan menekan jaringan otak.

Kondisi ini berbeda secara mendasar dari stroke iskemik. Jika stroke iskemik berkaitan dengan penyumbatan, stroke hemoragik berkaitan dengan perdarahan.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik. Kondisi lain, seperti aneurisma dan kelainan pembuluh darah tertentu, juga dapat menjadi penyebab.

Baca Juga  Gejala Stroke yang Wajib Dikenali Sejak Dini, Jangan Abaikan Tanda Kecil Muncul Mendadak

Karena mekanismenya berbeda, penanganan stroke hemoragik juga tidak sama dengan stroke akibat penyumbatan. Dokter perlu memastikan terlebih dahulu lokasi dan penyebab perdarahan sebelum menentukan tindakan yang tepat.

Jangan menunggu gejala hilang

Perbedaan ketiga kondisi tersebut dapat disederhanakan: TIA atau stroke ringan bersifat sementara, stroke iskemik terjadi karena penyumbatan, sedangkan stroke hemoragik terjadi karena pembuluh darah pecah.

Namun, gejala awalnya dapat terlihat mirip. Wajah tiba-tiba mencong, lengan atau kaki melemah pada satu sisi, bicara menjadi pelo atau sulit dipahami, gangguan penglihatan dan hilangnya keseimbangan merupakan beberapa tanda yang perlu diwaspadai.

Karena masyarakat tidak dapat memastikan sendiri apakah gejala tersebut merupakan TIA, stroke iskemik atau stroke hemoragik, pertolongan medis tidak sebaiknya ditunda meskipun keluhan kemudian membaik.

Pada akhirnya, istilah “stroke ringan” tidak berarti kondisi yang aman untuk diabaikan. Justru, gejala yang menghilang dalam waktu singkat dapat menjadi peringatan bahwa pembuluh darah otak sedang menghadapi masalah.

Baca informasi lainnya di JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait