Cara Menjaga Asam Urat Tetap Normal Setiap Hari, Bukan Sekadar Hindari Jeroan

JurnalLugas.Com – Menjaga kadar asam urat tetap terkendali tidak cukup hanya dengan menghindari jeroan. Kebiasaan sehari-hari, mulai dari pilihan makanan, kecukupan air putih, berat badan hingga konsumsi minuman manis dan alkohol, ikut berpengaruh terhadap risiko meningkatnya kadar asam urat.

Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Zat tersebut secara alami terdapat dalam tubuh dan juga sejumlah makanan. Setelah berada dalam darah, asam urat sebagian besar dibuang melalui urine oleh ginjal. Jika produksinya berlebihan atau pembuangannya tidak optimal, kadarnya dapat meningkat.

Bacaan Lainnya

Karena itu, menjaga asam urat tetap normal sebaiknya dilakukan sebagai kebiasaan harian, bukan hanya ketika sendi mulai terasa nyeri.

Minum Air yang Cukup

Kecukupan cairan menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang penting. Air membantu fungsi tubuh dan proses pembuangan zat sisa melalui urine. Dehidrasi sebaiknya dihindari, terutama bagi orang yang memiliki riwayat masalah asam urat.

Namun, bukan berarti harus memaksakan minum dalam jumlah tertentu tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh. Orang dengan penyakit ginjal, jantung atau kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan cairannya.

Kurangi Makanan Tinggi Purin

Jeroan seperti hati dan ginjal memang termasuk makanan yang perlu dibatasi. Selain itu, konsumsi daging merah dan beberapa jenis makanan laut juga sebaiknya tidak berlebihan.

Baca Juga  Gejala Asam Urat yang Sering Tidak Disadari, Jangan Abaikan Tanda Awal Ini

American College of Rheumatology merekomendasikan pembatasan makanan tinggi purin sebagai salah satu bagian dari pengelolaan gout. Namun, pola makan bukan satu-satunya faktor karena kondisi setiap orang berbeda.

Artinya, menjaga asam urat bukan berarti harus menghilangkan seluruh sumber protein dari menu sehari-hari. Pilihan yang lebih seimbang dapat mencakup sayuran, biji-bijian utuh, produk susu rendah lemak serta sumber protein dengan porsi yang terkontrol.

Waspadai Minuman Manis

Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula juga patut diperhatikan. Minuman bersoda dan produk dengan kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan risiko masalah asam urat.

Karena itu, air putih lebih baik dijadikan pilihan utama dibandingkan minuman manis yang dikonsumsi berulang kali sepanjang hari. Bahkan jus buah pun perlu diperhatikan porsinya karena kandungan gula alaminya dapat cukup tinggi.

Jangan Abaikan Berat Badan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko gout. Jika berat badan berlebih, penurunan berat badan secara bertahap dapat menjadi bagian dari upaya mengendalikan kondisi tersebut.

Yang perlu dihindari justru diet ekstrem atau penurunan berat badan secara mendadak. Pola makan sehat dengan aktivitas fisik teratur lebih masuk akal untuk dijalankan dalam jangka panjang. American College of Rheumatology juga merekomendasikan program penurunan berat badan bagi penderita gout yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Batasi Alkohol, Terutama Bir

Alkohol menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pada penderita gout. Bir dan minuman beralkohol lainnya dapat meningkatkan risiko serangan gout, sehingga konsumsinya sebaiknya dibatasi.

Dalam pandangan medis, menjaga asam urat bukan persoalan mencari satu makanan yang dianggap paling ampuh. “Pola makan dan gaya hidup membantu mengontrol gout, tetapi tidak selalu cukup menggantikan obat,” demikian inti penjelasan Mayo Clinic mengenai pengelolaan gout.

Baca Juga  Minuman Membantu Menurunkan Asam Urat, Air Putih hingga Jus Ceri Masuk Daftar

Bergerak Setiap Hari

Aktivitas fisik teratur juga penting. Jalan kaki, bersepeda atau aktivitas dengan intensitas sedang dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dilakukan secara konsisten.

CDC merekomendasikan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan pada penderita gout. Saat sendi sedang mengalami serangan nyeri berat, aktivitas yang memberikan tekanan besar pada sendi tentu perlu dihindari.

Menjaga asam urat tetap normal setiap hari bukan berarti hidup dengan banyak pantangan. Kuncinya adalah membangun kebiasaan yang lebih teratur: cukup minum, menjaga berat badan, membatasi makanan tinggi purin, mengurangi minuman manis, membatasi alkohol dan tetap aktif bergerak.

Bagi orang yang sudah mengalami serangan gout berulang, perubahan pola hidup sebaiknya tidak dijadikan pengganti pemeriksaan dan pengobatan. Kadar asam urat yang terus tinggi dapat berkaitan dengan pembentukan kristal yang memicu nyeri, pembengkakan dan kerusakan sendi.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait