JurnalLugas.Com – Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil sering dianggap sebagai keluhan ringan. Padahal, kondisi yang dikenal sebagai disuria ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih yang membutuhkan pemeriksaan.
Keluhan tersebut dapat terasa seperti perih, panas, terbakar, menyengat, atau sakit ketika urine keluar.
Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), peradangan uretra, batu saluran kemih, hingga iritasi akibat produk tertentu.
Pada sebagian kasus, nyeri saat kencing juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual atau gangguan prostat pada pria.
Jangan Langsung Menganggap Hanya ISK
Infeksi saluran kemih memang termasuk penyebab yang umum, terutama ketika nyeri disertai keinginan buang air kecil lebih sering, urine keruh atau berbau menyengat, serta rasa tidak nyaman di bagian bawah perut. Darah dalam urine juga dapat muncul pada infeksi saluran kemih.
Namun, nyeri saat buang air kecil tidak selalu berarti seseorang mengalami ISK. Iritasi dari sabun atau produk perawatan tertentu, peradangan uretra, batu ginjal atau kandung kemih, serta beberapa penyakit menular seksual juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Pada pria, gangguan uretra dan masalah prostat juga perlu diperhatikan. Sementara pada perempuan, infeksi pada saluran kemih maupun gangguan pada area genital dapat menyebabkan rasa perih ketika urine keluar.
Kapan Nyeri Saat Kencing Harus Diperiksakan?
Tidak perlu menunggu sampai keluhan menjadi berat. Pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan apabila rasa sakit tidak kunjung hilang, berulang, atau disertai gejala lain.
Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan medis ketika nyeri saat buang air kecil menetap, terdapat cairan yang keluar dari penis atau vagina, urine menjadi keruh atau berbau tidak sedap, terdapat darah dalam urine, demam, maupun nyeri di bagian punggung atau sisi tubuh.
Pada kehamilan, keluhan nyeri ketika buang air kecil juga sebaiknya segera disampaikan kepada tenaga kesehatan.
Menurut Cleveland Clinic, nyeri saat buang air kecil merupakan gejala, bukan diagnosis. Karena itu, penyebabnya perlu diketahui sebelum menentukan pengobatan.
Pemeriksaan dapat mencakup evaluasi gejala dan pemeriksaan urine, sementara kondisi tertentu membutuhkan pemeriksaan tambahan.
Waspadai Demam dan Nyeri Pinggang
Salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian lebih adalah ketika nyeri saat kencing muncul bersamaan dengan demam, menggigil, mual, muntah, atau sakit pada bagian punggung dan sisi tubuh.
Kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada infeksi yang sudah melibatkan ginjal. Infeksi saluran kemih yang menyebar ke ginjal dapat menjadi kondisi serius dan membutuhkan penanganan medis.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri atau menunggu keluhan hilang sendiri jika muncul tanda-tanda tersebut.
Jangan Sembarangan Minum Antibiotik
Kesalahan yang masih sering terjadi adalah mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan. Padahal, nyeri saat buang air kecil memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga obat yang dibutuhkan tidak selalu sama.
Dokter dapat menentukan apakah keluhan berkaitan dengan infeksi, iritasi, batu, gangguan prostat, atau penyebab lainnya.
Jika dicurigai infeksi saluran kemih, pemeriksaan urine dapat membantu menentukan adanya infeksi dan, dalam kondisi tertentu, jenis bakteri yang menjadi penyebabnya.
“Yang penting bukan sekadar menghilangkan rasa sakit, tetapi mencari penyebabnya,” demikian prinsip pemeriksaan medis pada keluhan disuria yang dirangkum JurnalLugas.Com, Minggu 30 Agustus 2026.
Sambil menunggu pemeriksaan, menjaga asupan cairan yang cukup dan menghindari produk yang diduga menyebabkan iritasi dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Namun, langkah tersebut bukan pengganti pemeriksaan apabila gejala menetap atau semakin berat.
Nyeri saat buang air kecil bukan keluhan yang sebaiknya terus diabaikan. Bila hanya muncul sesaat dan segera membaik, penyebabnya mungkin sederhana.
Tetapi jika berulang, menetap, disertai darah dalam urine, demam, cairan dari organ genital, atau nyeri pinggang, pemeriksaan dokter menjadi langkah yang lebih aman.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






