AS Serang 3 Kapal Tanker Iran Usai Ditembak Rudal

JurnalLugas.Com — Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang AS di perairan regional, Sabtu (5/9).

CENTCOM menyebut kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali AS berhasil menghindari serangan tersebut. Tidak ada personel Amerika yang dilaporkan terluka.

Bacaan Lainnya

Sebagai balasan, pasukan AS menyerang M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg dan M/T Stark 1 di sekitar Jask. Kapal tanker M/T Kylo, yang juga disebut Noxen, turut dihancurkan di Teluk Oman setelah awaknya diperintahkan meninggalkan kapal.

Menurut CENTCOM, ketiga kapal tersebut diduga terhubung dengan jaringan pengiriman minyak yang menjadi sumber pendanaan bagi IRGC dan kelompok bersenjatanya di kawasan.

Baca Juga  Ngawur Trump Minta AS–Iran Patungan Kelola Selat Hormuz, Strategi Baru Penjajahan

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menegaskan serangan tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan terhadap kapal perang Amerika. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap pasukan AS akan dibalas dengan tekanan ekonomi dan militer yang lebih besar.

Iran melalui lembaga penyiaran negara IRIB juga mengonfirmasi adanya serangan AS terhadap tiga kapal tanker. Laporan itu menyebut tidak ada korban jiwa dalam serangan di sekitar Pulau Kharg, sementara kebakaran di salah satu kapal berhasil dipadamkan.

Dua kapal tanker lainnya berada di lepas pantai Jask. Salah satunya dalam keadaan kosong, sedangkan kapal lainnya membawa minyak. Para awak disebut telah dievakuasi menggunakan sekoci menuju daratan.

Eskalasi ini menambah panjang daftar ketegangan AS-Iran yang meningkat sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Tehran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta kepentingan Amerika di kawasan.

Baca Juga  Iron Dome Jebol, Rudal Iran Hantam Tel Aviv dan 10 Titik Vital Israel

Situasi juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Washington dan Tehran sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di jalur tersebut pada Juni.

Namun, kesepakatan itu belum berjalan karena kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai mekanisme keamanannya.

Bagi pasar energi dan pelayaran internasional, perkembangan terbaru ini menjadi sinyal bahwa risiko gangguan terhadap distribusi minyak di kawasan Teluk masih sangat terbuka.

Setiap eskalasi di sekitar jalur perdagangan tersebut berpotensi memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global.

Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait