Gunung Anak Krakatau Siaga, Kapal Kini Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Kilometer

JurnalLugas.Com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda membuat otoritas pelayaran memperketat pengawasan. Kapal yang melintas diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer.

Pembatasan tersebut diberlakukan selama Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III atau Siaga. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan kapal dan awak yang beraktivitas di sekitar kawasan gunung api.

Bacaan Lainnya

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan nakhoda harus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik dari sumber resmi.

“Selama status Siaga berlaku, kapal tidak diperbolehkan mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer,” ujar Yogie, Minggu (6/9).

Nakhoda juga diminta mempertimbangkan kondisi cuaca, arah pergerakan abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran sebelum menentukan jalur perjalanan.

Jika muncul tanda-tanda yang berpotensi membahayakan pelayaran, kapal harus segera melakukan manuver penghindaran dan melaporkannya kepada otoritas terkait.

Pelaporan dapat dilakukan melalui Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, maupun instansi berwenang lainnya.

Meski pembatasan diberlakukan di sekitar kawah Gunung Anak Krakatau, aktivitas penyeberangan pada jalur Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berlangsung normal. Pengoperasian lintasan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kewaspadaan.

“Lintasan Merak-Bakauheni masih normal dengan tetap mengedepankan keselamatan pelayaran,” kata Yogie.

Ditjen Hubla melalui KSOP Kelas I Banten bersama KSOP Kelas IV Bakauheni terus memantau kondisi Selat Sunda. Koordinasi dilakukan untuk memastikan lalu lintas pelayaran tetap aman sekaligus mengantisipasi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Informasi mengenai kondisi gunung api dan cuaca menjadi perhatian penting bagi setiap kapal yang melintas.

Dengan status Siaga masih berlaku, kewaspadaan nakhoda dan kepatuhan terhadap zona keselamatan menjadi bagian utama dalam menjaga keselamatan pelayaran.

Baca berita terkini dan informasi lainnya di JurnalLugas.Com.

(Bowo)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Sejumlah Kota Hujan, 2 Wilayah Berpetir

Pos terkait