JurnalLugas.Com – Angkatan Laut Amerika Serikat masih mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Operasi tersebut diperkirakan belum akan dihentikan dalam waktu dekat.
Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pengawalan militer diperlukan untuk memastikan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka bagi kapal komersial.
Menurut Wright, arus minyak yang melewati Selat Hormuz kini kembali berada di atas 9 juta barel per hari. Jika digabungkan dengan pengiriman melalui pipa dan jalur alternatif, aliran energi dari kawasan tersebut telah kembali mencapai sekitar dua pertiga atau lebih dibandingkan kondisi sebelum konflik.
“Angkatan Laut AS yang memastikan arus ini tetap berjalan,” ujar Wright, dikutip dari wawancaranya pada Minggu (6/9).
Selat Hormuz menjadi jalur yang sangat penting bagi pasar energi dunia. Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.
Namun, situasi keamanan masih jauh dari normal. Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya menyatakan pasukan Amerika menyerang tiga kapal pengangkut minyak mentah Iran setelah IRGC meluncurkan rudal balistik ke dua kapal perang AS.
Kondisi itu membuat pengawalan kapal menjadi bagian penting dari upaya menjaga distribusi energi global. Wright bahkan menyebut kehadiran Angkatan Laut AS di Selat Hormuz untuk sementara telah menjadi “normal baru”.
Washington juga berharap negara lain ikut terlibat dalam menjaga keamanan pelayaran. Inggris dan Prancis sebelumnya telah mendorong pembentukan misi multinasional, sementara Korea Selatan dikabarkan sedang mempertimbangkan kemungkinan dukungan militer.
Bagi pasar global, kelancaran Selat Hormuz bukan sekadar persoalan keamanan laut. Gangguan berkepanjangan dapat menekan pasokan energi dan kembali mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Dampaknya sudah terasa di Amerika Serikat. Harga bensin dan diesel dilaporkan meningkat, menambah tekanan ekonomi ketika pemerintahan Donald Trump berusaha menahan kenaikan biaya hidup masyarakat.
Wright mengatakan harga bensin masih memiliki peluang turun setelah musim berkendara musim panas berakhir dan pasokan bahan bakar meningkat.
Untuk saat ini, AS masih menjadi kekuatan utama yang menjaga kapal-kapal komersial tetap dapat melewati Selat Hormuz.
Washington berharap tekanan tersebut pada akhirnya membuat Iran mengubah sikap dan mengurangi ancaman terhadap jalur perdagangan internasional.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
(Handoko)






