JurnalLugas.Com — Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tidak memiliki persoalan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan itu disampaikan Ganjar setelah mantan kader PDIP Achmad Hidayat mengungkap hasil pertemuannya dengan Jokowi di Solo. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Megawati dan masih ada kemungkinan keduanya bertemu.
Ganjar memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut. Menurutnya, hubungan politik dan hubungan personal antara tokoh perlu ditempatkan secara proporsional.
“Beliau sudah mengatakan tidak ada masalah. Jadi tidak perlu ditanggapi lebih jauh,” kata Ganjar kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Ganjar menilai perbedaan kepentingan politik tidak selalu harus dikaitkan dengan hubungan antarindividu. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut dilihat secara terpisah.
“Kita harus bisa membedakan mana urusan politik dan mana hubungan antarindividu,” ujarnya.
Di tengah isu mengenai hubungan Jokowi dan Megawati, Ganjar justru mengarahkan perhatian kader PDIP pada persoalan yang dinilainya lebih mendesak.
Ia menyinggung situasi geopolitik global yang berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Selain itu, persoalan bencana dan kesejahteraan masyarakat juga disebut membutuhkan perhatian bersama.
Ganjar meminta seluruh kekuatan partai diarahkan untuk menghadapi berbagai persoalan tersebut, bukan hanya berkutat pada hubungan antartokoh politik.
“Yang utama sekarang adalah menghadapi situasi geopolitik, dampaknya terhadap ekonomi, bencana, serta persoalan kesejahteraan rakyat,” kata Ganjar.
Sementara soal kemungkinan pertemuan langsung antara Jokowi dan Megawati, Ganjar tidak memberikan kepastian mengenai kapan hal itu akan terjadi. Ia hanya menyebut ruang pertemuan bagi para tokoh politik tetap terbuka melalui berbagai momentum.
“Banyak momen yang memungkinkan para tokoh politik untuk bertemu,” ujarnya.
Pernyataan Ganjar ini muncul setelah Achmad Hidayat menyampaikan isi percakapannya dengan Jokowi kepada internal DPP PDIP. Achmad sebelumnya diberhentikan dari keanggotaan PDIP pada 4 September 2026 setelah pertemuannya dengan Jokowi di Solo.
Dalam pertemuan tersebut, Achmad mengaku hanya bersilaturahmi dan berfoto bersama Jokowi. Ia kemudian menanyakan mengenai hubungan kebangsaan dan keharmonisan antartokoh.
Menurut Achmad, Jokowi dalam percakapan itu menyampaikan bahwa tidak ada persoalan dengan Megawati dan suatu saat keduanya akan bertemu. Pernyataan itulah yang kemudian disampaikannya kepada DPP PDIP.
Kini, isu mengenai kemungkinan pertemuan Jokowi dan Megawati kembali menjadi perhatian publik. Namun Ganjar menegaskan bahwa PDIP memiliki agenda yang lebih luas, terutama menghadapi persoalan ekonomi, geopolitik, bencana, dan kesejahteraan masyarakat.
Informasi politik dan perkembangan nasional lainnya dapat diikuti melalui JurnalLugas.Com.
(Catur)






