JurnalLugas.Com – PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) memperkuat ekspansi bisnis pusat data atau data center dengan menyediakan fasilitas pinjaman pemegang saham hingga Rp4 triliun kepada dua anak usahanya. Pendanaan ini diarahkan untuk mengembangkan fasilitas pusat data di Jababeka, Cikarang, dan Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi perseroan yang dipublikasikan pada Oktober 2026, fasilitas pinjaman tersebut diberikan kepada PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). NAC memperoleh plafon maksimal Rp1,5 triliun, sedangkan NGC mendapatkan fasilitas hingga Rp2,5 triliun.
Kedua pinjaman dikenakan bunga 7 persen per tahun dengan jangka waktu hingga 31 Desember 2028. Pembagian pendanaan tersebut memperlihatkan porsi lebih besar dialokasikan untuk pengembangan pusat data di Batang.
Dana untuk NAC akan digunakan dalam pengembangan fasilitas pusat data di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Sementara itu, pendanaan untuk NGC ditujukan bagi pembangunan dan pengembangan pusat data di Kawasan Industri Terpadu Batang.
Pengembangan Pusat Data hingga Puluhan Megawatt
Ekspansi MGLV tidak hanya bertumpu pada pendanaan internal. Kedua anak usahanya sebelumnya juga memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada September 2026.
NAC mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp4,12 triliun, sedangkan NGC memperoleh Rp6,63 triliun. Pendanaan perbankan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas fasilitas pusat data di kedua lokasi.
Di Jababeka, pengembangan yang direncanakan mencakup penambahan kapasitas sebesar 36 megawatt (MW), sehingga kapasitas total ditargetkan mencapai 42 MW.
Adapun proyek BatangDC yang dikembangkan NGC direncanakan memiliki kapasitas hingga 60 MW. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari ekspansi MGLV dalam membangun infrastruktur pusat data dengan kebutuhan kapasitas komputasi yang besar.
Kombinasi pinjaman pemegang saham dan kredit perbankan menunjukkan bahwa pengembangan bisnis ini membutuhkan dukungan modal dalam skala besar. Pelaksanaan proyek, pengendalian biaya, dan kemampuan mengoptimalkan kapasitas menjadi aspek penting dalam merealisasikan rencana ekspansi tersebut.
Pendanaan Besar, Realisasi Proyek Jadi Perhatian
Sebelum memberikan fasilitas pinjaman kepada kedua anak usahanya, MGLV lebih dahulu memperoleh pinjaman pemegang saham sebesar Rp4 triliun dari pemegang saham pengendalinya, PT Nextier Datamate Center (NDC).
Skema pendanaan tersebut menempatkan perusahaan induk sebagai penghubung aliran dana untuk mendukung pengembangan proyek pusat data melalui entitas anak.
Meski dukungan pendanaan tersedia, besarnya fasilitas pinjaman tidak otomatis menjamin keberhasilan ekspansi. Kemampuan menyelesaikan pembangunan, memenuhi kebutuhan operasional, serta menghasilkan pendapatan dari kapasitas pusat data akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan bisnis.
MGLV, pengembangan di Jababeka dan Batang menjadi bagian penting dari upaya memperluas bisnis infrastruktur digital.
Perkembangan kedua proyek tersebut akan menentukan bagaimana rencana investasi perusahaan diterjemahkan menjadi kapasitas pusat data yang siap dimanfaatkan pasar.
Baca berita ekonomi, investasi, dan pasar modal lainnya di JurnalLugas.Com.
(Hans)






