Pabrik Sepatu Bata Tutup BEI Minta Klarifikasi ke PT Sepatu Bata Tbk (BATA)

JurnalLugas.Com – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyoroti keputusan penutupan pabrik PT Sepatu Bata Tbk (BATA) di Purwakarta, Jawa Barat.

I Gede Nyoman Yetna, yang menjabat sebagai Direktur Evaluasi Perusahaan di BSI, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari BATA mengenai arah strategis perusahaan ke depan.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menghubungi BATA untuk mendapatkan penjelasan, dan kita tunggu responsnya,” ujar Yetna di kantor pusat BSI, pada hari Rabu (8/5/2024).

Baca Juga  IHSG Melemah Tipis ke 7.103 di Pembukaan LQ45 Juga Tertekan

Menurut peraturan yang berlaku, saat ini tidak ada tindakan suspensi terhadap BATA, karena tidak ada pelanggaran yang masuk dalam kategori yang mengharuskan saham tersebut dibekukan.

“Kami terus memantau perkembangannya tanpa terburu-buru melakukan tindakan suspensi,” tambahnya.

Hingga akhir April 2024, pemegang saham umum masih memiliki 220,31 juta saham BATA, atau setara dengan 16,95% dari total saham yang telah diterbitkan oleh perusahaan.

Namun, mayoritas saham masih dikuasai oleh pemegang saham pengendali, yaitu BAFIN (Nederland) B.V, yang memiliki 82,01% kepemilikan.

Saat ini, saham BATA masih terdaftar untuk diperdagangkan di Papan Utama BSI. Pada hari Rabu (8/5/2024), harga saham BATA mengalami kenaikan sebesar 4,05% menjadi Rp77 per saham.

Baca Juga  IHSG Dibuka Menguat ke 6.207, Saham Unggulan LQ45 Justru Melemah

Kenaikan ini merupakan hasil dari pemulihan harga saham BATA setelah sebelumnya mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Sejauh tahun 2024, saham BATA telah mengalami penurunan sebesar 45,39%.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait