JurnalLugas.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa lima perusahaan pembiayaan telah melaporkan realisasi akuisisi oleh investor asing. Investor tersebut berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang.
“Selain itu, dua perusahaan pembiayaan sedang dalam proses persetujuan akuisisi yang melibatkan investor dari Jepang dan Singapura,” kata Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya, Agusman, dalam sebuah pernyataan tertulis pada Selasa (14/5/2024).
Agusman menjelaskan bahwa investor asing cenderung tertarik pada perusahaan pembiayaan yang beroperasi di sektor kendaraan bermotor.
Sebelumnya, Agusman juga menyebutkan bahwa nilai total akuisisi dari lima perusahaan pembiayaan tersebut mencapai Rp13,8 Triliun.
Beberapa nama perusahaan yang terlibat dalam proses akuisisi ini telah dikenal sebelumnya. Contohnya, Woori Card dari Korea yang mengakuisisi Batavia Finance (BPFI).
Selain itu, perusahaan Jepang, Mizuho, telah membeli PT Verena Multi Finance Tbk. (VRNA), dan grup Mouladin dari Singapura mengakuisisi PT Pro Car International Finance, yang kemudian diubah menjadi PT Moladin Finance Indonesia (Mofi).
Saat ini, proses akuisisi juga sedang dilakukan oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan emiten Adira Dinamika Multifinance (ADMF), yang keduanya berencana mengakuisisi PT Mandala Multifinace (MFIN).
Bank Danamon, yang merupakan anak usaha MUFG, menargetkan bahwa proses akuisisi MFIN oleh MUFG dan ADMF akan selesai pada semester pertama 2024, meskipun target awalnya adalah awal tahun ini.
Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance, I Dewa Made Susila, menyatakan bahwa saat ini akuisisi sedang menunggu persetujuan dari OJK.
“Proses akuisisi berada di tahap akhir dan masih menunggu persetujuan dari OJK,” kata Made dalam Paparan Kinerja Bank Danamon 2023 secara virtual pada Senin (19/2/2024).






