JurnalLugas.Com – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari ini. Pada Sabtu, 1 Juni 2024, harga emas Antam tercatat sebesar Rp 1.336.000 per gram, turun Rp 1.000 dari hari sebelumnya. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas oleh Antam juga turun sebesar Rp 1.000, menjadi Rp 1.221.000 per gram.
Salah satu isu yang muncul di publik adalah peredaran emas ilegal yang diungkap oleh Kejaksaan Agung. Dalam periode 2010-2021, dilaporkan ada 109 ton emas ilegal yang beredar di pasar bersamaan dengan emas resmi produksi PT Antam. Tersangka dalam kasus ini adalah enam General Manager di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) PT Antam Tbk yang menjabat selama kurun waktu tersebut.
Namun, penurunan harga emas Antam lebih dipengaruhi oleh dinamika harga emas dunia daripada isu peredaran emas ilegal. Harga emas dunia saat ini sedang dalam tren menurun. Pada hari sebelumnya, harga emas dunia di pasar spot ditutup pada US$ 2.327,02 per troy ons, turun 0,72% dari hari sebelumnya. Sepanjang pekan ini, harga emas dunia telah turun sebesar 0,27%.
Faktor lain yang turut menekan harga emas adalah penguatan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Karena emas dihargai dalam dolar AS, ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Hal ini mengurangi permintaan emas sehingga harga pun ikut turun.
Pada pekan ini, Dollar Index, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,12%. Penguatan dolar ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan di AS akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama. Saat ini, Federal Funds Rate berada di kisaran 5,25-5,5%, level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.
Emas dikenal sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Dalam situasi suku bunga tinggi, memegang emas menjadi kurang menguntungkan karena investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil. Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade, mengatakan, “Saya rasa investor menyadari bahwa suku bunga tinggi yang ada saat ini masih akan berlanjut.”
Dengan demikian, faktor utama yang menyebabkan penurunan harga emas Antam adalah kondisi pasar emas dunia yang sedang melemah, didukung oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.






