JurnalLugas.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik tiga wakil menteri baru di Istana Negara pada Kamis, 18 Juli 2024. Meski Kabinet Indonesia Maju hanya menyisakan waktu hampir tiga bulan hingga 19 Oktober 2024, keputusan ini tetap diambil untuk memperkuat kinerja pemerintah dalam masa transisi menuju pemerintahan berikutnya.
Tiga Wamen Baru di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin
Pelantikan ini melibatkan tiga anggota baru dalam kabinet, yaitu:
Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan II.
Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Yuliot Tanjung sebagai Wakil Menteri Investasi.
“Akan mendapat hak keuangan sesuai dengan aturan perundang-undangan,” kata protokol kepresidenan Kementerian Sekretariat Negara dalam acara pelantikan tersebut.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Jokowi meminta ketiga wakil menteri baru untuk mengucapkan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing. Setelah mengucapkan sumpah, mereka satu per satu menandatangani berita acara pelantikan sebagai wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Profil Singkat Wakil Menteri Baru
Thomas Djiwandono adalah politisi Partai Gerindra yang telah menjabat sebagai Bendahara sejak 2014. Dia juga merupakan keponakan dari Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. Kehadirannya di Kementerian Keuangan dihubungkan dengan rencana transisi pemerintahan kepada Prabowo, khususnya dalam penyelarasan anggaran dan belanja negara untuk mendukung program prioritas pemerintahan mendatang.
Sudaryono juga merupakan politisi Partai Gerindra yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dan Ketua DPD Jawa Tengah. Dia dilantik menggantikan Harvick Hasnul Qolbi, yang sebelumnya dikabarkan berselisih dengan Prabowo Subianto terkait proyek Food Estate.
Yuliot Tanjung adalah Deputi bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal di Kementerian Investasi atau BKPM. Alasan rinci di balik penunjukan Yuliot sebagai Wakil Menteri Investasi belum diungkapkan, tetapi diduga terkait dengan peningkatan investasi menjelang akhir masa jabatan kabinet saat ini.
Pelantikan tiga wakil menteri baru ini menunjukkan keseriusan Presiden Jokowi dalam memastikan kelancaran transisi pemerintahan dan tetap menjaga kinerja kabinet hingga akhir masa jabatannya.
Penunjukan ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program-program pemerintah dalam beberapa bulan ke depan, terutama dalam bidang keuangan, pertanian, dan investasi.






