JurnalLugas.Com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi peningkatan curah hujan hingga 40 persen yang disebabkan oleh fenomena La Nina yang diperkirakan akan mempengaruhi Indonesia mulai Agustus 2024 mendatang.
Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, wilayah-wilayah yang kemungkinan akan mengalami peningkatan curah hujan selama fase La Nina termasuk Jawa, Sumatera bagian selatan dan timur, Kalimantan (terutama Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan), Sulawesi Barat dan Utara, serta sebagian Maluku.
“Dalam kondisi La Nina kali ini, meskipun levelnya tergolong lemah, musim kemarau di beberapa wilayah Indonesia dapat menjadi lebih basah,” ujar Dwikorita pada Senin (29/7/2024).
Sebelumnya, BMKG juga telah mengonfirmasi berakhirnya fase El Nino yang sebelumnya mempengaruhi iklim global. Perubahan ini terjadi akibat mendinginnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
“Pergantian dari El Nino ke La Nina ini dipicu oleh penurunan suhu muka air laut di Samudra Pasifik, yang mengindikasikan kondisi iklim global yang netral saat ini,” tambah Dwikorita.
Prediksi BMKG menyebutkan bahwa La Nina diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus-September, yang bertepatan dengan periode musim kemarau tahun 2024. Penurunan suhu laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, terutama di daerah khatulistiwa, menjadi faktor utama dalam prediksi ini.
“La Nina yang diantisipasi mulai Agustus 2024 merupakan fenomena atmosfer yang ditandai dengan penurunan suhu laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, meskipun ada wilayah lain di Indonesia yang masih mengalami kekeringan,” jelasnya.
Dwikorita juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam ini, terutama mengingat kerentanan kondisi tanah yang dapat mempengaruhi intensitas banjir bandang dan longsor di beberapa wilayah.






