JurnalLugas.Com – Polres Sukabumi berhasil mengungkap motif di balik kasus tragis penganiayaan yang dilakukan oleh dua pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini berujung pada kematian seorang pelajar SMPN 1 Cicurug, MG (15), yang terjadi pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka berinisial SM (16) dan BM (15), motif utama yang mendorong tindakan keji tersebut adalah rasa dendam dan solidaritas antar kelompok. Hal ini juga didukung oleh kesaksian sejumlah saksi yang menyaksikan kejadian tersebut.
“Aksi penganiayaan ini dipicu oleh dendam setelah salah satu rekan tersangka mengaku ditendang oleh pelajar SMPN 1 Cicurug. SM dan BM kemudian merencanakan aksi balas dendam yang akhirnya berujung pada kematian korban,” ujar AKBP Samian dalam keterangan persnya.
Pada hari kejadian, MG bersama lima rekannya sedang berjalan kaki pulang sekolah. Ketika mereka berpapasan dengan kelompok pelaku, MG dan teman-temannya berusaha melarikan diri. Namun, MG yang dikejar oleh SM dan BM akhirnya terjatuh di Kampung Ciutara, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug.
Tanpa ampun, SM turun dari sepeda motor sambil membawa celurit dan menyerang MG, menyebabkan luka parah di bagian punggung dan pinggang korban. Sementara itu, BM menunggu di sepeda motor, siap untuk melarikan diri setelah aksi sadis tersebut selesai. MG yang mengalami luka serius segera dibawa ke klinik terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Betha Medicare Cicurug, namun sayangnya nyawa korban tidak tertolong.
Hanya dalam waktu kurang dari delapan jam setelah kejadian, petugas Polsek Cicurug berhasil menangkap kedua pelaku di wilayah Kecamatan Cicurug. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Keramat Jati, Jakarta, korban menderita luka dalam akibat sabetan senjata tajam yang menyebabkan pendarahan hebat.
Kapolres Sukabumi mengimbau masyarakat, terutama para orang tua dan pendidik, untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan perlindungan kepada para pelajar guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Selain itu, Samian juga menekankan pentingnya peran media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan kekerasan di kalangan pelajar dan kenakalan remaja.






