Indodax Diretas Aset Kripto Senilai Rp282 Miliar Raib Dana Nasabah Triliunan Aman?

JurnalLugas.Com – PT Indodax Nasional Indonesia baru-baru ini menggegerkan industri kripto di Indonesia setelah platform mereka mengalami peretasan. Sistem keamanan platform pertukaran kripto ini dilaporkan telah ditembus oleh peretas, yang menyebabkan potensi kerugian besar.

Penemuan Peretasan oleh Cyvers

Cyvers, platform keamanan Web3, adalah pihak pertama yang mengidentifikasi adanya peretasan terhadap Indodax. Temuan ini diunggah di akun resmi mereka di X (sebelumnya Twitter). Pada awalnya, Cyvers melaporkan bahwa peretas berhasil mengamankan aset token milik Indodax senilai US$14,4 juta atau sekitar Rp217 miliar. Namun, angka ini kemudian direvisi menjadi US$18,2 juta (sekitar Rp282,1 miliar) setelah lebih dari 150 transaksi mencurigakan terdeteksi.

Bacaan Lainnya

Akibat peretasan ini, situs dan sistem Indodax sempat tidak bisa diakses pada Rabu pagi. William Sutanto, CTO dan co-founder Indodax, mengakui adanya insiden keamanan ini melalui pernyataan di akun resmi Indodax, serta menegaskan bahwa tim sedang melakukan investigasi untuk mengetahui celah keamanan yang dimanfaatkan oleh peretas.

Kerugian Akibat Peretasan

Analisis tambahan dari LookonChain, sebuah alat analisis blockchain, melaporkan bahwa kerugian yang diderita Indodax mencapai US$22 juta. Beberapa aset kripto yang terdampak dalam peretasan ini antara lain 6,14 juta USDT, 1.047 ETH, 25 BTC, 2,2 juta MATIC, 1,4 juta ARB, dan 2 juta ENA.

Baca Juga  Pasar Aset Kripto di Pekan Terakhir Mei 2024 Tunjukan Kinerja Loyo Bitcoin Berada di Zona Merah Cardano BNB Coin juga Pincang

Lemahnya Sistem Keamanan Siber di Indonesia

Insiden ini memunculkan kembali perdebatan mengenai lemahnya keamanan siber di Indonesia. Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT Institute, menyatakan bahwa kejadian peretasan seperti ini sudah diprediksi sejak lama, terutama pada layanan yang terkait dengan aset kripto. Menurutnya, serangan terhadap sistem digital di Indonesia, termasuk platform pertukaran kripto, sudah semakin sering terjadi.

Heru juga menyoroti bahwa peretasan terhadap Indodax menggambarkan betapa rentannya sistem keamanan digital di Indonesia terhadap serangan siber.

Tanggapan dari Kominfo

Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, menanggapi bahwa kejadian peretasan seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara tetangga seperti Singapura. Menurutnya, kerawanan terhadap serangan siber dan keamanan data center adalah isu yang perlu segera diatasi. Dengan sedikit bercanda, Budi menyarankan agar data center ditempatkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak untuk menghindari serangan.

Klaim Keamanan dari Indodax

Di tengah insiden ini, CEO Indodax Oscar Darmawan menegaskan bahwa saldo para anggota, baik dalam bentuk rupiah maupun kripto, tetap 100% aman. Oscar mengklaim bahwa meskipun pemadaman sistem sudah berlangsung selama 24 jam, tidak ada kerugian yang dialami oleh nasabah.

Baca Juga  Pergerakan Aset Kripto Bitcoin Ethereum dan XRP dalam 24 Jam ini Analisisnya

Indodax juga menyatakan bahwa mereka memiliki total cadangan aset kripto senilai Rp11,529 triliun, yang mencakup 4.806,34 Bitcoin dan 36.915,47 Ethereum. Perusahaan ini berkomitmen untuk terus menjaga transparansi serta mengimbau nasabah agar waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Indodax.

Kasus peretasan yang menimpa Indodax menjadi pengingat serius akan pentingnya keamanan siber, terutama bagi platform digital yang berurusan dengan aset kripto. Meskipun Indodax mengklaim bahwa dana nasabah tetap aman, insiden ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap sistem siber di Indonesia masih sangat nyata dan membutuhkan perhatian lebih serius dari semua pihak.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait