Akibat Tradisi Pernikahan Satu Rumah Hancur Lukai Empat Orang di Desa Bodang Lumajang

JurnalLugas.Com – Aparat kepolisian kini sedang menyelidiki insiden ledakan yang diduga berasal dari petasan yang melukai empat orang dan merusak satu rumah di Desa Bodang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam (13/10), meninggalkan luka serius bagi salah satu korban yang harus dirujuk ke rumah sakit setempat, sementara tiga korban lainnya mendapatkan perawatan di klinik.

Kronologi Kejadian

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Jember, Ipda Sugiarto, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih mendalami penyebab utama ledakan. “Kami masih menyelidiki penyebab meledaknya petasan itu dan meminta keterangan dari para saksi,” ujarnya pada Senin, 14 Oktober 2024.

Ledakan tersebut menyebabkan empat korban terluka. Nadia (19), Hadi (31), Sumah (60), dan Suwarsam (60) merupakan korban dalam peristiwa ini. Satu korban mengalami luka berat dan harus dirawat intensif di rumah sakit Lumajang, sementara tiga lainnya dirawat di klinik terdekat.

Baca Juga  Ledakan Petasan di Semarang, Anak 9 Tahun Tewas

Tradisi Petasan dalam Resepsi Pernikahan

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, salah satu korban sengaja membuat petasan untuk meramaikan acara pernikahan putrinya. “Di desa ini, memang ada tradisi menyalakan petasan saat ada acara pernikahan,” jelas Ipda Sugiarto.

Namun, tradisi tersebut kali ini membawa malapetaka yang tak terduga. Kepala Desa Bodang, Kuncoro, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras hingga mencapai desa tetangga. “Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kuncoro.

Polisi telah mengambil langkah cepat dengan memasang garis polisi di sekitar rumah yang rusak akibat ledakan. Penyelidikan terus dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang dan Polsek Padang untuk memastikan penyebab pasti dari ledakan tersebut.

Meski dugaan awal mengarah pada ledakan petasan, polisi masih harus memverifikasi semua informasi yang ada. Pemeriksaan terhadap barang bukti dan keterangan para saksi akan menjadi dasar dalam mengungkap fakta yang sebenarnya.

Baca Juga  Tragis! Ledakan Petasan Tewaskan Remaja 14 Tahun, Dua Luka Parah

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam menggunakan bahan peledak, meskipun untuk keperluan tradisi. Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membuat maupun menggunakan petasan tanpa pengawasan yang tepat, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Dengan insiden ini, aparat kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya petasan, terutama dalam situasi yang dapat mengancam keselamatan umum.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait