JurnalLugas.Com – Dua warga asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasta Brata, Kota Batu, setelah mengalami luka bakar akibat ledakan petasan pada Senin (31/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Kedua korban, yang terdiri dari seorang remaja berinisial A (19) dan seorang anak berusia 12 tahun, mengalami luka bakar serius di wajah, kaki, dan tangan.
Kondisi Korban Pasca Operasi
Kepala Rumah Sakit Hasta Brata, AKBP dr. Ananingati, menyatakan bahwa kedua korban telah menjalani operasi pembersihan guna mencegah infeksi akibat luka bakar yang mencapai 20 persen dari tubuh mereka. Saat ini, mereka masih dalam tahap pemulihan dengan pengawasan ketat dari tim medis.
“Kondisi korban saat ini dalam pemulihan pasca operasi. Pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah infeksi lebih lanjut karena luka yang dialami cukup serius,” ujar Ananingati pada Rabu (2/4/2025). Pihak rumah sakit memastikan bahwa kedua korban hanya akan diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka benar-benar stabil.
Penyebab Ledakan Petasan
Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi akibat kelalaian dalam proses pembuatan petasan. Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua korban membeli bahan-bahan petasan dari toko setempat dan mencoba merakitnya sendiri dengan mengikuti tutorial dari YouTube.
“Mereka diduga mencoba membuat petasan sendiri. Saat proses pemadatan menggunakan obeng dan palu, terjadi ledakan yang menyebabkan luka bakar serta merusak jendela dan atap rumah korban,” kata AKBP Andi.
Kesaksian Korban
Salah satu korban, A, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi ketika mereka masih dalam tahap pembuatan petasan. “Tiba-tiba ada percikan api. Kami sudah membuat tujuh petasan, dan yang meledak adalah yang kedelapan, dengan ukuran sekitar 10 sentimeter. Rencananya akan dimainkan keesokan harinya,” ungkapnya.
A juga mengakui bahwa dirinya mendapatkan informasi mengenai cara pembuatan petasan melalui video di YouTube. “Ini baru pertama kali saya mencoba membuat petasan. Saya belajar dari YouTube,” tambahnya.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba merakit atau bermain petasan secara ilegal karena risiko kecelakaan yang tinggi. Mereka juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul bahan peledak yang digunakan oleh para korban.
Untuk informasi lebih lanjut terkait kejadian serupa dan upaya pencegahan, kunjungi JurnalLugas.Com.






