Sentimen Pemilu AS Saham Emiten China Shenzhen Menguat terkait Kemenangan Donald Trump

Multi exposure of virtual abstract financial graph interface on Chinese flag and sunset sky background, financial and trading concept

JurnalLugas.Com – Hasil Pemilihan Presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump berdampak besar pada sejumlah saham di bursa China, terutama di Shenzhen. Saham perusahaan teknologi Wisesoft, yang dikenal dengan nama lokal “Chuan Da Zhi Seng” atau memiliki arti “Trump Menang”, meroket hingga mencapai batas kenaikan maksimum harian (auto reject atas).

Kenaikan saham Wisesoft ini bukanlah yang pertama kali terjadi akibat faktor politik AS. Pada pemilihan presiden AS tahun 2016, saat Trump pertama kali memenangkan kursi presiden, harga saham perusahaan perangkat keras dan perangkat lunak ini juga mengalami kenaikan signifikan. Hal ini mencerminkan bagaimana investor di China bereaksi terhadap sentimen politik global, terutama di Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Namun, tidak semua emiten di bursa China merasakan dampak yang sama. Salah satu perusahaan termos asal China, Zhejiang Haers Vacuum Container Co, justru mengalami penurunan harga saham sebesar 8,1 persen pada penutupan perdagangan. Uniknya, penurunan ini dikaitkan dengan nama perusahaan “Haers” yang terdengar mirip dengan “Harris,” yaitu rival Donald Trump dalam pemilihan presiden kali ini.

Baca Juga  Sergey Lavrov Pastikan Tak Ada Pertemuan Putin-Zelensky Trump Sebut Sedang Siapkan Agenda Damai

Menurut Billy Leung, seorang Investment Strategist dari Global X ETF, fenomena ini mencerminkan sentimen pasar terhadap saham-saham meme, atau saham yang mengalami pergerakan harga tajam akibat reaksi publik terhadap peristiwa tertentu.

“Meski saham-saham meme cukup menghibur, investor sebaiknya tetap fokus pada sektor-sektor dengan fundamental kuat seperti teknologi dan keuangan, yang lebih terdampak perubahan kebijakan pemerintahan Trump,” jelasnya.

Investor di China memang dikenal cukup spekulatif dan terkadang berinvestasi berdasarkan kemiripan bunyi atau homofon nama perusahaan. Fenomena ini sering kali menjadi faktor pemicu naik turunnya saham tertentu tanpa didasari oleh fundamental bisnis yang kuat.

Baca Juga  Trump Janjikan Rp80 Triliun untuk Gaza, Board of Peace Stabilitas Keamanan

Sementara itu, di AS, saham perusahaan media sosial milik Donald Trump, Trump Media & Technology Group Corp, juga mencatatkan kenaikan signifikan selama sesi pra-pembukaan (premarket) di Bursa New York. Lonjakan harga ini menambah daftar panjang saham yang terdampak oleh kemenangan politikus kontroversial tersebut.

Sentimen pasar ini menunjukkan bagaimana investor global, termasuk di China, merespons pemilihan presiden AS dengan memperdagangkan saham berdasarkan isu politik dan tren yang muncul. Namun, para analis menekankan pentingnya fokus pada sektor yang memiliki dampak jangka panjang daripada sekadar saham dengan tren sesaat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait